Sri Sultan Minta Insan Pertanahan Pahami Manusia dan Budaya
- 08 Sep 2026 05:44 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Sleman – Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta insan pertanahan menguasai teknologi sekaligus memahami manusia dan budaya. Menurutnya, pengelolaan tanah perlu mempertimbangkan sejarah, kebudayaan, dan rasa keadilan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam sambutan yang dibacakan Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti pada wisuda Politeknik Agraria STPN, Sabtu, 5 September 2026. Ia meminta lulusan menerapkan ilmu pertanahan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang mampu membaca peta sekaligus memahami manusia di dalam peta,” ucap Sri Sultan. Ia meminta lulusan cakap menguasai teknologi dan bijak dalam menimbang rasa keadilan.
Sri Sultan mengatakan tanah bagi Indonesia bukan hanya hamparan fisik. Tanah menjadi bagian dari jati diri, jejak perjuangan, fondasi pemerintahan, dan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan tanah tidak dapat dilepaskan dari nilai dan kebudayaan masyarakat. Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan filosofi Jawa Hamemayu Hayuning Bawana.
Sri Sultan juga menyebut beragam sistem pengelolaan tanah di Indonesia. Minangkabau memiliki Harta Pusaka Tinggi, Bali memiliki sistem subak, sedangkan Papua dan Maluku mengenal hak ulayat.
“Keragaman ini adalah kekayaan tata kelola pemerintahan Indonesia,” kata Sri Sultan. Menurutnya, regulasi harus membacanya dengan jernih dan kebijakan perlu menghormatinya secara arif.
Sri Sultan mengatakan ilmu pertanahan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Ilmu tersebut juga berhubungan dengan manusia dan kehidupan di balik setiap bidang tanah.
“Ilmu pertanahan bekerja di antara ukuran dan makna, antara peta dan manusia,” ujar dia. Menurutnya, kepastian hak tanah harus didukung kelembagaan dan tata kelola yang memberi manfaat nyata.
Sri Sultan mengingatkan lulusan akan menghadapi berbagai berkas pertanahan dalam pekerjaan mereka. Di balik setiap berkas terdapat kehidupan manusia yang menaruh harapan kepada insan pertanahan.
Karena itu, ia meminta lulusan memberikan pelayanan yang menjamin kepastian sekaligus mempertimbangkan keadilan. Sikap tersebut juga perlu disertai pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat.
Sri Sultan berpesan agar lulusan membawa ilmu ke tengah masyarakat dengan sikap rendah hati. Setiap pengukuran dan pemetaan diharapkan mendukung kepastian, keteraturan, serta ketenteraman sosial.
“Dengan visi seperti itulah kita menaruh harapan besar kepada para wisudawan-wisudawati yang akan mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja,” kata Sri Sultan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....