SPPG Polda Papua Menggelar Uji Coba MBG Pola Prasmanan di SD Negeri Inpres Dok VIII
- 01 Okt 2026 10:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kapolda Papua bersama rombongan meninjau uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan, yang digelar di SD Negeri Inpres Dok VIII, Kota Jayapura, Papua, Kamis (01/10/2026).
Uji coba tersebut merupakan pilot project untuk melihat efektivitas penyajian MBG dengan pola prasmanan sebagai alternatif dari sistem penyajian menggunakan ompreng.
Irwasda Polda Papua, Kombes. Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, pola prasmanan tersebut diujicobakan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi para siswa tetap dalam kondisi segar, higienis, dan memenuhi kebutuhan gizi.
"Hari ini kita melaksanakan pilot project dalam rangka mencoba membuat pola makanan bergizi gratis oleh SPPG yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Papua. Sebelumnya menggunakan ompreng, namun hari ini kita mencoba dengan pola prasmanan," ujar Kombes. Pol. Jannus P. Siregar.

Menurutnya, dalam pola prasmanan, makanan yang telah selesai dimasak diupayakan dapat segera disantap oleh siswa. Waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi maksimal dua jam, dengan kondisi makanan tetap berada pada suhu di atas 60 derajat Celsius.
"Tujuannya untuk mewujudkan pola makanan yang siap saji dan higienis. Setelah proses masak, paling lama dua jam makanan harus bisa disantap dengan kondisi makanan masih di atas 60 derajat, sehingga makanan tetap fresh, dan meminimalisir potensi kontaminasi bakteri," tutur Kombes. Pol. Jannus P. Siregar.
Dijelaskan, uji coba MBG prasmanan dilaksanakan pada dua kelas, yakni kelas 5 dan kelas 6 SD Negeri Inpres Dok VIII. Dalam pelaksanaannya, siswa juga dilibatkan sebagai relawan yang membantu proses penyajian makanan.
Kombes. Pol. Jannus P. Siregar menjelaskan, keterlibatan siswa sebagai relawan diharapkan dapat membantu menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan teman-temannya. Dengan demikian, makanan dapat diambil sesuai kebutuhan dan mengurangi potensi makanan yang tersisa.
"Relawan dari anak-anak sekolah, yang memberikan porsi juga anak-anak sekolah. Mereka mengetahui takaran untuk teman-temannya, apakah perlu makanan cukup banyak atau sedikit," jelasnya.
Selain penyajian makanan, kegiatan tersebut juga memiliki aspek edukasi. Sebelum makan, guru memberikan penjelasan kepada siswa mengenai menu yang disajikan, termasuk kandungan kalori dan gizi dalam makanan.

Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya asupan gizi bagi kesehatan dan pertumbuhan.
Kombes. Pol. Jannus P. Siregar menambahkan, pelaksanaan MBG dengan pola prasmanan tersebut masih dalam tahap uji coba. Hasil pelaksanaan akan dianalisis dan dievaluasi, untuk mengetahui efektivitas pola prasmanan dibandingkan dengan sistem penyajian menggunakan ompreng.
"Namanya juga uji coba. Kita perlu melakukan analisa apakah ini bermanfaat dan efektif terkait pola MBG prasmanan dibandingkan menggunakan ompreng sebelumnya," ujarnya.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan masukan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Menurut Kombes. Pol. Jannus P. Siregar, uji coba serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Indonesia sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program.
"Ini akan menjadi tolak ukur dan akan kita sampaikan ke pusat. Bukan hanya di Papua, di beberapa wilayah seperti Sumatera dan Jawa juga melakukan hal yang sama, khusus di SPPG yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari," tegasnya.
Evaluasi nantinya akan menentukan sejauh mana pola penyajian prasmanan dapat diterapkan secara efektif dalam pelaksanaan MBG, dan jika dinilai efektif, maka pola tersebut akan diterapkan di SPPG se-Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....