Pemkab Jayapura Optimalkan Penanganan Korban Keracunan MBG

  • 06 Agt 2026 13:54 WIB
  •  Jayapura

⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Jayapura - Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mengoptimalkan dan memprioritaskan penanganan para korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap korban sebelum mengumumkan jumlah terdampak secara resmi.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengatakan, pemerintah belum dapat merilis jumlah korban karena masih terdapat pasien yang datang untuk mendapatkan penanganan.

Menurutnya, data yang disampaikan kepada publik harus benar-benar valid agar tidak berubah-ubah.

"Kami tidak ingin hari ini menyampaikan data, kemudian besok bertambah lagi. Kalau sudah dipastikan tidak ada lagi korban yang masuk, baru kami umumkan jumlah yang bisa kami pertanggungjawabkan," kata Yunus Wonda kepada wartawan di RSUD Yowari, Kamis (06/08/2026).

Menurut Bupati, selain melakukan pendataan, Pemkab Jayapura juga terus memantau kondisi kesehatan para korban. Bupati meminta tenaga kesehatan meningkatkan penanganan apabila kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan dalam satu hari pertama perawatan.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda (Foto: Arull)

Ia menjelaskan, sebagian pasien juga diketahui mengalami malaria sehingga tenaga medis harus menyesuaikan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien.

"Kami minta penanganannya bertahap. Kalau memang perlu peningkatan pengobatan, harus segera dilakukan. Ada juga yang mengalami malaria, sehingga penanganannya harus disesuaikan agar pasien bisa segera pulih," ujar Yunus Wonda.

Terkait dengan itu, Bupati Jayapura meminta kepada seluruh pasien untuk tetap menjalani observasi sesuai masa pemantauan selama tiga hingga empat hari, guna mengantisipasi munculnya gejala lanjutan.

“Pasien yang masih membutuhkan perawatan akan tetap dirawat hingga kondisinya dinyatakan stabil,” tegas Bupati Jayapura.

Disinggung terkait koordinasi dengan pihak yayasan Kasih Iman Samuel Papua, yang menaungi SPPG Jayapura Depapre Waiya, Yunus Wonda mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi yang terjalin. Meski demikian, ia menyebut pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan jajaran tenaga kesehatan telah mengambil alih penanganan para korban di lapangan.

"Kalau soal penanganan, Pemda bersama TNI dan Polri sudah mengatasi semua. Namun saya berharap tetap ada pertanggungjawaban moral dari pihak terkait karena hal itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat," ungkap Yunus Wonda.

Yunus menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh layanan kesehatan hingga sembuh. Ia meminta masyarakat dan media mengedepankan informasi yang akurat serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, Pemkab Jayapura juga telah membentuk tim penanganan dan menyiapkan posko informasi. Data resmi mengenai jumlah korban, pasien yang masih dirawat, maupun yang telah dipulangkan akan diumumkan setelah proses validasi selesai dan dipastikan tidak ada lagi penambahan kasus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....