Kodaeral X Canangkan Budidaya Kedelai di Keerom untuk Ketahanan Pangan Nasional
- 17 Jul 2026 18:09 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- Kodaeral X mencanangkan penanaman kedelai seluas 20 hektar di Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.
- Program penanaman kedelai ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk mewujudkan swasembada kedelai dan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.
- Pencanangan dilakukan secara serentak di berbagai daerah Indonesia dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video dari Malang, Jawa Timur.
RRI.CO.ID, Jayapura - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X, mencanangkan penanaman kedelai di lahan seluas 20 hektar, yang berlokasi di Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (17/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional budidaya kedelai untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada kedelai di Indonesia.
Pencanangan penanaman kedelai di Kabupaten Keerom dilakukan secara serentak bersama sejumlah daerah di Indonesia dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui konferensi video dari Malang, Jawa Timur.
Komandan Kodaeral X, Mayjen. TNI. (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla mengatakan, program tersebut merupakan implementasi kerja sama antara Kodaeral X dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, TNI bersama Kementerian Pertanian telah membagi peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional. TNI Angkatan Darat fokus pada pengembangan padi, Kepolisian pada komoditas jagung, Angkatan Laut mengembangkan kedelai, sedangkan Angkatan Udara mendukung pengembangan gandum.
"Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 8 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan tersebut. Karena itu, kami berkewajiban mendukung pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai," kata Mayjen. TNI. (Mar) Sugianto.

Ia menjelaskan, pengembangan budidaya kedelai di Kabupaten Keerom direncanakan mencapai 100 hektare. Pada tahap awal, penanaman dilakukan di lahan seluas 20 hektar, sedangkan 80 hektar lainnya akan dikembangkan secara bertahap.
Program tersebut melibatkan Koperasi Produsen Bina Ekonomi Bersama (EB), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta kelompok tani dari Kampung Baburia, Kampung Kuimi, dan Kampung Dukui, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua.
Menurut Dankodaeral X, Mayjen. TNI. (Mar) Sugianto, salah satu perhatian utama dalam pengembangan komoditas pertanian adalah kepastian pasar. Karena itu, Kodaeral X bersama koperasi telah menyiapkan skema hilirisasi agar seluruh hasil panen petani dapat terserap.
"Koperasi siap membeli seluruh hasil panen petani dengan harga dasar Rp7.500 per kilogram. Selanjutnya hasil panen akan dipasarkan ke Pulau Jawa yang memiliki kebutuhan kedelai cukup tinggi," ujarnya.
Selain itu, Kodaeral X telah menjalin kerja sama dengan sejumlah industri besar, di antaranya Indofood dan Nestlé, serta asosiasi pengrajin tahu dan tempe di Pulau Jawa. Pemerintah melalui Bulog juga disebut telah berkomitmen menyerap hasil panen kedelai sebagaimana komoditas padi dan jagung.
Di Provinsi Papua, prospek pemasaran kedelai di Papua juga akan semakin terbuka dengan pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Keerom yang membutuhkan kedelai sebagai salah satu bahan baku utama.
Mayjen. TNI. (Mar) Sugianto berharap, program budidaya kedelai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah komoditas yang selama ini dibudidayakan petani.
"Harga kedelai jauh lebih baik. Di Jawa bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Dengan adanya kepastian pembeli dan harga, kami berharap kesejahteraan petani ikut meningkat," tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Origenes Kambuaya, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung penuh pengembangan budidaya kedelai sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
"Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodaeral X beserta seluruh jajaran atas upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pertanian di Kabupaten Keerom," ujar Origenes.
Dukungan juga datang dari petani binaan Kodaeral X, Julius Fatagur. Ia mengatakan para petani di Kabupaten Keerom selama ini memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan sektor pertanian, namun masih menghadapi kendala dalam pembukaan lahan.
"Kehadiran Kodaeral X bersama Koperasi Produsen Bina Ekonomi Bersama (EB), sangat membantu kami, mulai dari pembukaan lahan hingga pendampingan cara menanam dan merawat tanaman. Ilmu yang kami peroleh akan kami teruskan kepada petani lainnya agar semakin banyak masyarakat Papua yang berhasil di sektor pertanian," katanya.

Selain pencanangan penanaman kedelai, Kodaeral X juga menggelar bakti kesehatan dan pembagian 250 paket bahan makanan kepada warga di sekitar. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-1 Kodaeral X, sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Kabupaten Keerom.
Melalui program budidaya kedelai yang didukung kepastian pasar serta pendampingan kepada petani, Kodaeral X berharap mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Keerom.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....