Hari Kesaktian Pancasila, Momentum Menguatkan Nilai-Nilai Pancasila
- 01 Okt 2025 10:21 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota Bandung menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Bandung, Rabu (1/10/2025). Upacara ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa yang tak tergantikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni. Tetapi menjadi pengingat pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap pesan dari Hari Kesaktian Pancasila ini tetap dipertahankan. 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila harus selalu hidup dalam kesadaran kita. Ini tidak boleh hilang dari ingatan bangsa,” ujar Farhan usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Bandung, Rabu (1/10/2025)
Farhan menilai implementasi Pancasila harus terus mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu pendidikan Pancasila disampaikan lewat program P4, kini harus dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan relevan dengan generasi muda. Ia mencontohkan program Empat Pilar yang dijalankan oleh MPR RI, termasuk oleh anggota DPR RI asal Bandung, Nurul Arifin, pada akhir September lalu.
Menurutnya, upaya penguatan nilai Pancasila tidak bisa hanya datang dari pemerintah, melainkan harus tumbuh dari masyarakat. Tantangan besar saat ini adalah generasi muda yang mendapatkan informasi instan melalui gawai.
“Ini yang harus kita imbangi dengan menciptakan berbagai konten yang membawa nilai Pancasila. Tentu bukan dengan cara membosankan, tapi dengan pendekatan yang menarik. Saya senang media banyak mengangkat isu demokrasi, keadilan, keterlibatan publik, dan suara kritis. Itu justru memperkuat nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menilai Pancasila adalah kekuatan utama yang menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk.
“Upacara Hari Kesaktian Pancasila ini penting, karena negara lain banyak yang iri dengan Indonesia. Kita punya dasar negara yang kuat yang menyatukan ribuan pulau, berbagai agama, dan suku bangsa. Nilai religiusitas dalam Pancasila menjadi penguat persatuan bangsa,” ucapnya.
Asep menekankan bahwa Pancasila jangan hanya dijadikan slogan, tetapi harus diimplementasikan nyata, terutama dalam upaya mengatasi persoalan bangsa.
"Hal yang paling penting adalah bagaimana kita mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi. Itu nilai-nilai nyata yang jika kita wujudkan, akan memperkuat loyalitas masyarakat kepada Pancasila,” katanya.
“Anak-anak muda butuh contoh nyata, bukan sekadar slogan. Mereka harus merasakan bahwa Pancasila hadir dalam keseharian kita. Jadi, siapa pun yang mengaku Pancasilais harus membuktikannya lewat sikap, perilaku, dan tindakan,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....