Muaro Jambi Siapkan Alsintan Terintegrasi untuk Percepat Swasembada Pangan
- 20 Agt 2026 10:06 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi- Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memperkuat strategi percepatan swasembada pangan melalui penerapan Pertanian Modern–Advance Agriculture System (PM-AAS). Salah satu langkah yang disiapkan adalah optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui sistem layanan terintegrasi Workshop Berbakti.
Penguatan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan melalui program PM-AAS yang dibuka Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si., di Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Rabu 19 Agustus 2026.
Bupati mengatakan, penyediaan alsintan secara terintegrasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan distribusi dan pemanfaatan bantuan pertanian. Skema hibah alsintan secara langsung kepada petani, menurutnya, belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Karena itu, keberadaan Workshop Berbakti diarahkan menjadi bagian dari sistem pendukung pertanian modern, sehingga alsintan dapat dimanfaatkan petani sesuai kebutuhan dan pelayanan yang telah ditetapkan.
“Dalam mendukung program PM-AAS, Pemerintah Muaro Jambi menyiapkan alat mesin pertanian atau alsintan yang terintegrasi dengan Workshop Berbakti,” tutur Bambang.
Saat ini, Workshop Berbakti telah didukung sejumlah alsintan prapanen. Fasilitas tersebut terdiri dari 1 unit excavator, 14 unit traktor roda empat, 4 unit traktor crawler, 9 unit traktor roda dua, 2 unit traktor rotary, dan 10 unit pompa air 3 inci.

Ketersediaan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengatasi kebutuhan pengolahan lahan hingga pengelolaan air, sekaligus mendorong efisiensi proses produksi pertanian.
Bambang meminta kelompok tani yang mengikuti program PM-AAS tidak ragu memanfaatkan fasilitas tersebut. Petani dapat mengajukan permohonan penggunaan alsintan sesuai mekanisme dan standar pelayanan yang berlaku.
Menurutnya, percepatan swasembada pangan tidak cukup hanya dengan menambah sarana produksi. Penguatan koordinasi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, serta lembaga terkait diperlukan agar teknologi dan bantuan pertanian benar-benar menjawab persoalan di tingkat petani.
“Keberhasilan swasembada pangan di Kabupaten Muaro Jambi membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama. Saya berharap rapat koordinasi ini dapat menghasilkan rumusan dan tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat segera dilaksanakan,” katanya.
Rakor tersebut diikuti jajaran BRMP Jambi, perwakilan Bulog dan BPS, Dinas Pertanian, kelompok tani se-Kabupaten Muaro Jambi, Katimker, koordinator penyuluh, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Fokus koordinasi diarahkan pada penguatan pelaksanaan PM-AAS agar penerapan mekanisasi dan sistem pertanian modern tidak berhenti pada penyediaan sarana, tetapi mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya dan waktu, serta pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Muaro Jambi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....