Penyuluh Pertanian Dorong Pembangunan Embung dan Sumur Bor di Lahan Tanam

  • 30 Jul 2026 21:33 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang berpotensi memicu musim kemarau berkepanjangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penyuluh pertanian di Kabupaten Batang Hari terus mendorong pembangunan sarana penyediaan air, seperti embung, sumur bor, dam parit, long storage, hingga pompa air di kawasan pertanian.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Batang Hari, Irfan Adesra, mengatakan penyediaan infrastruktur air merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan usaha tani padi, khususnya di wilayah yang setiap tahun berpotensi mengalami kekeringan.

"Air itu kuncinya. Kalau kebutuhan air terpenuhi, kegiatan pertanian bisa tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi musim kemarau," katanya, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Irfan, Kementerian Pertanian telah menginstruksikan seluruh penyuluh untuk memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan sebagai dasar penyaluran bantuan sarana pengairan.

Di Kabupaten Batang Hari, dari sekitar 8.600 hektare lahan sawah, sebanyak 1.883,78 hektare telah dipetakan sebagai kawasan rawan kekeringan yang tersebar di tujuh kecamatan.

"Berdasarkan pendataan yang kami lakukan, ada sejumlah wilayah yang memang sudah menjadi daerah langganan kekeringan sehingga menjadi prioritas dalam pengajuan bantuan," ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi penyuluh untuk mengusulkan bantuan kepada Kementerian Pertanian melalui aplikasi e-Bantuan. Jenis bantuan yang diajukan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Kalau luas lahan dan sumber airnya berbeda, tentu jenis bantuan yang dibutuhkan juga berbeda. Ada yang membutuhkan pompa air, embung, dam parit, long storage, hingga sumur bor," jelasnya.

Menurut Irfan, berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Selain pembangunan infrastruktur pengairan, penyuluh juga terus mendampingi petani dalam menerapkan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan, termasuk pemanfaatan informasi cuaca sebagai dasar menentukan waktu tanam.

Ia menambahkan, penyediaan air yang memadai menjadi salah satu syarat penting agar target peningkatan indeks pertanaman dapat tercapai. Dengan ketersediaan air, petani memiliki peluang untuk menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun meskipun menghadapi musim kemarau.

"Kalau air tersedia, petani bisa tetap menanam sesuai target musim tanam. Ini sangat penting untuk menjaga produksi pangan," katanya.

Irfan berharap pembangunan sarana pengairan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar sektor pertanian di Kabupaten Batang Hari tetap mampu menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Jambi.

"Harapan kami, kebutuhan infrastruktur air di wilayah pertanian dapat terus dipenuhi sehingga petani lebih siap menghadapi musim kemarau dan produktivitas pertanian tetap terjaga," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....