Tanggapan Masyarakat terhadap Dampak Kekeringan pada Lahan Pertanian
- 03 Agt 2026 09:56 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di sejumlah wilayah. Berkurangnya curah hujan menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami kekeringan, sehingga pasokan air untuk mengairi sawah dan kebun menjadi terbatas. Kondisi ini mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, bahkan sebagian tanaman terancam mengalami gagal panen.
Selain menurunkan produktivitas hasil pertanian, kekeringan juga meningkatkan beban biaya yang harus ditanggung petani. Sebagian di antaranya harus menggunakan pompa air atau mencari sumber air alternatif agar tanaman tetap dapat bertahan. Jika kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan petani serta ketersediaan pangan di daerah.
Dalam opini publik, Mustofa, warga Bajubang, menilai pemerintah perlu mempercepat upaya penyediaan sarana irigasi dan bantuan bagi petani yang terdampak. Menurutnya, dukungan tersebut sangat dibutuhkan agar petani tetap dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam di tengah keterbatasan air.
Sementara itu, Sutrisno, warga Mandiangin, berharap adanya pengelolaan sumber daya air yang lebih baik, termasuk normalisasi saluran irigasi dan pembangunan embung. Ia berpendapat langkah tersebut dapat membantu petani menghadapi musim kemarau yang semakin tidak menentu.
Di sisi lain, John, warga Padang, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air dan mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, petani, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Melalui berbagai masukan tersebut, masyarakat berharap adanya langkah nyata dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan pada musim-musim berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....