PPL Muara Sebo Ilir Siapkan Mitigasi Hadapi Musim Kemarau
- 19 Jul 2026 15:43 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Muara Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga produktivitas pertanian dan meminimalkan dampak kekeringan.
Penyuluh Pertanian Lapangan Muara Sebo Ilir, Teguh Trihandiyanto, mengatakan langkah antisipasi telah dilakukan sejak jauh hari sebelum musim kemarau tiba. Salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama kelompok tani, BMKG, serta instansi terkait untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim yang diperkirakan terjadi.
Menurut Teguh, percepatan jadwal tanam menjadi salah satu strategi agar tanaman padi dapat tumbuh optimal sebelum memasuki puncak musim kering.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan kelompok tani dan pihak terkait, termasuk menyesuaikan jadwal tanam berdasarkan rekomendasi kondisi iklim. Ini dilakukan agar petani bisa lebih siap menghadapi musim kemarau,” ujar Teguh, Minggu 19 Juli 2026.
Selain pengaturan pola tanam, petani juga didorong untuk mempersiapkan sarana pendukung pertanian, seperti mekanisasi pertanian, membersihkan embung, serta menyiapkan tempat penampungan air sebagai cadangan saat terjadi keterbatasan sumber air.
Teguh menyebut, penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering juga menjadi bagian dari strategi menghadapi musim kemarau. Salah satu varietas yang direkomendasikan yakni Inpari 32 yang memiliki tingkat toleransi lebih baik terhadap kekurangan air.
“Petani kita arahkan menggunakan varietas yang lebih toleran terhadap kekeringan, salah satunya Inpari 32. Harapannya produksi tetap bisa terjaga meskipun kondisi cuaca kurang mendukung,” katanya.
Lebih lanjut, Teguh menjelaskan pemerintah juga telah menyalurkan berbagai dukungan untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian, mulai dari program irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembangunan sumur bor, hingga perbaikan jaringan irigasi melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan dinas terkait.
Ia mengimbau petani agar tidak panik menghadapi potensi dampak El Nino. Menurutnya, keberhasilan menghadapi musim kemarau membutuhkan kerja sama antara petani, kelompok tani, penyuluh, dan pemerintah.
“Yang paling penting adalah memperkuat kerja sama, menyusun pola tanam dengan baik, menggunakan air secara efisien, memilih varietas yang sesuai, serta melakukan perencanaan yang matang agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” tutup Teguh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....