BPTD Jambi Perkuat Keselamatan Transportasi
- 25 Jul 2026 17:22 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi terus memperkuat penyelenggaraan transportasi darat melalui pembangunan infrastruktur keselamatan, pengawasan angkutan, hingga kolaborasi lintas sektor. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPTD telah melakukan ramp check terhadap 10.687 kendaraan di Terminal Tipe A Alam Barajo, dengan 98,62 persen di antaranya dinyatakan laik jalan.
Hal itu disampaikan Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, dalam laporannya pada kunjungan kerja Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Toni Tauladan di Terminal Tipe A Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Benny, sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, BPTD Jambi bertugas mengelola Terminal Tipe A, Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), serta meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan di Provinsi Jambi.
"BPTD terus melaksanakan pengelolaan transportasi darat melalui pengelolaan terminal, UPPKB, pembangunan perlengkapan jalan di ruas jalan nasional sepanjang sekitar 1.315 kilometer, serta penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas," ujar Benny.
Ia menjelaskan, penguatan keselamatan dilakukan melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten dan kota, Ditlantas Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, PT Jasa Raharja, Organda, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pada Tahun Anggaran 2026, BPTD Kelas II Jambi juga telah menandatangani Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) bersama Kejaksaan Tinggi Jambi untuk memastikan seluruh proses pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan berjalan secara transparan, akuntabel, tepat mutu, dan sesuai ketentuan.
Selain itu, berbagai kolaborasi juga diwujudkan melalui kegiatan ramp check bersama Dinas Perhubungan Kota Jambi, pelayanan kesehatan di terminal bersama Dinas Kesehatan dan PT Jasa Raharja, penyediaan pojok baca bersama Dinas Perpustakaan, hingga penanganan orang terlantar melalui kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Jambi.
BPTD juga memfasilitasi penyelesaian persoalan distribusi BBM bagi perusahaan otobus bersama Organda dan penyedia BBM sehingga operasional angkutan umum tetap berjalan sesuai jadwal.
Infrastruktur Keselamatan Terus Dipercepat
Benny melaporkan, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) tahun 2017, realisasi pembangunan perlengkapan keselamatan jalan di Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan hingga 2026. Saat ini telah terpasang sebanyak 42.667 unit perlengkapan jalan atau 61,14 persen dari total kebutuhan sebanyak 69.789 unit. Sementara pemasangan guardrail telah mencapai 2.204 meter atau 7,41 persen dari kebutuhan 29.748 meter, sedangkan marka jalan telah terealisasi 1.280.228 meter persegi atau 32,45 persen dari target 3,94 juta meter persegi.
"Pemenuhan perlengkapan jalan akan terus kami percepat sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jambi," katanya.
Tak hanya pembangunan fisik, BPTD juga terus mengembangkan budaya keselamatan melalui Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD), bimbingan teknis guru TK, Pemilihan Pelajar Pelopor, Pekan Keselamatan Jalan, hingga sosialisasi keselamatan kepada pelajar dan pelaku usaha transportasi.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Selama tiga tahun berturut-turut, pelajar asal Jambi berhasil meraih penghargaan pada ajang Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.
Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Turun
Meski jumlah kecelakaan lalu lintas di Jambi pada 2025 meningkat menjadi 1.965 kejadian atau naik 14,3 persen dibandingkan 2024, jumlah korban meninggal dunia justru berhasil ditekan.
"Dari 421 korban meninggal pada tahun 2024 turun menjadi 387 orang pada 2025 atau berkurang sekitar 8,1 persen. Ini menunjukkan sinergi seluruh pemangku kepentingan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan keselamatan jalan," ujar Benny.
Namun demikian, ia mengakui masih terjadi peningkatan jumlah korban luka berat, luka ringan, serta kerugian material yang mencapai **Rp9,05 miliar**, sehingga edukasi keselamatan dan peningkatan fasilitas jalan akan terus diperkuat.
Pengawasan ODOL Diperketat
Dalam mendukung program nasional menuju Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), BPTD Jambi juga mengoptimalkan pengawasan kendaraan angkutan barang melalui UPPKB.
Selama periode Januari 2025 hingga 22 Juli 2026, sebanyak 183.770 kendaraan telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, 28.058 kendaraan atau sekitar 15 persenterindikasi melakukan pelanggaran, sedangkan 155.712 kendaraan atau 85 persen dinyatakan memenuhi ketentuan.
Menurut Benny, pengawasan tersebut bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus melindungi infrastruktur jalan nasional dari kerusakan akibat kendaraan bermuatan berlebih.
Revitalisasi Terminal Alam Barajo Diharapkan Segera Terwujud
BPTD Jambi juga terus membenahi pelayanan di Terminal Tipe A Alam Barajo melalui digitalisasi layanan menggunakan CCTV, optimalisasi ramp check, pemanfaatan aplikasi MitraDarat, peningkatan kebersihan, pelayanan kesehatan, dan pengawasan operasional berbasis teknologi.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, dari 10.687 kendaraan yang menjalani ramp check, sebanyak 10.539 kendaraan (98,62 persen) dinyatakan laik jalan, sedangkan 148 kendaraan (1,38 persen) tidak memenuhi persyaratan.
Selain pelayanan transportasi, terminal juga menjalankan fungsi sosial. Melalui kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Jambi, selama 2026 telah ditangani 32 orang terlantar, terdiri dari 27 laki-laki dan lima perempuan.
Meski mencatat berbagai capaian, Benny mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari belum adanya gedung kantor BPTD sendiri, masih beroperasinya perusahaan angkutan di luar terminal, keberadaan loket dan parkir liar, maraknya travel ilegal, hingga tingginya pelanggaran kendaraan ODOL.
Karena itu, BPTD Kelas II Jambi berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap revitalisasi Terminal Tipe A Alam Barajo, pembangunan kantor BPTD, pengembangan terminal barang modern dan terintegrasi, serta penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi.
"Terminal bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, tetapi wajah pelayanan pemerintah di sektor transportasi darat. Keselamatan bukan hanya target kinerja, melainkan budaya yang harus terus kita bangun bersama. Setiap rambu yang terpasang, setiap kendaraan yang diperiksa, dan setiap nyawa yang berhasil diselamatkan adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat," tutup Benny.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....