Krisis Kabut Asap di Jambi, Masyarakat Diharapkan Aktivitas Pakai Masker
- 18 Sep 2026 10:32 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Kota Jambi dan sekitarnya kembali diselimuti kabut asap pekat di tengah puncak musim kemarau Agustus–September 2026. Kondisi tersebut dibahas dalam Dialog Jambi Menyapa di RRI Pro 1 Jambi yang menghadirkan narasumber dari BMKG, pakar epidemiologi, dan Komisi Informasi Provinsi Jambi.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan jumlah titik panas (hotspot) di Jambi mencapai 2.626 titik selama Agustus. Pemantauan PM2.5 di Kota Jambi dan Muaro Jambi juga menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya dengan angka di atas 300 µg/m³. “Asap itu berasal dari kejadian kebakaran hutan lahan-lahan di Jambi... hasil dari gabungan kejadian di Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau yang memang wilayah tersebut rawan karhutla,” tutur Jaya, Kamis, 17 September 2026.
Ahli epidemiologi Universitas Jambi, Dr. Umi Kalsum, mengingatkan bahwa tingginya kadar PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti ISPA, asma, PPOK, hingga penurunan fungsi paru-paru. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker KN95 atau N95. Ia juga mendorong perlindungan khusus bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Jambi, Drs. Almunawar, menekankan pentingnya keterbukaan informasi selama kondisi kabut asap. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 10 UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, badan publik wajib menyampaikan informasi serta-merta mengenai kondisi yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. “Informasi harus terus diperbarui agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak kesehatan dan mengetahui kebijakan yang berlaku,” katanya.
Untuk menangani karhutla, BMKG bersama satgas gabungan menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan penyemaian garam untuk memicu hujan di wilayah rawan kebakaran. Selain penanganan darurat, diperlukan pengelolaan air di lahan gambut dan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi dari sumber resmi, menghindari hoaks, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kondisi kesehatan selama puncak musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....