Usaha Tak Tampak Menjadi Tantangan Pelaksanaan SE 2026
- 08 Mei 2026 11:08 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi menyebut usaha yang tidak memiliki toko fisik atau bergerak secara online menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kota Jambi Kuswan mengatakan perkembangan usaha berbasis digital membuat banyak aktivitas ekonomi sulit terdeteksi secara langsung di lapangan.
“Yang menjadi tantangan itu usaha invisible atau usaha yang tidak nampak. Mereka tidak punya toko, tapi berjualan secara online,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Selain usaha digital, tantangan lain di wilayah perkotaan adalah keterbatasan waktu masyarakat serta akses menuju kawasan tertentu seperti kompleks perumahan berpagar dan pusat pertokoan.
“Kalau di kota itu masalahnya pagar dan waktu. Banyak masyarakat bekerja dari pagi sampai sore sehingga petugas harus menyesuaikan waktu pendataan,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPS merekrut petugas yang berdomisili di sekitar wilayah pendataan agar lebih memahami kondisi lapangan dan aktivitas warga setempat.

“Kalau petugas berasal dari lingkungan sekitar, mereka biasanya lebih tahu mana rumah yang punya usaha, termasuk usaha online yang tidak terlihat,” jelasnya.
BPS Kota Jambi mencatat sekitar 90 ribu unit usaha menjadi target pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026, mulai dari usaha besar, menengah hingga UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 merupakan usaha besar dan lebih dari 3 ribu usaha menengah.
Kuswan mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan pengelola pusat perbelanjaan, RT, hingga pemerintah daerah agar proses pendataan berjalan lancar.
“Kami sudah bertemu pengelola mal dan pusat pertokoan agar membantu memfasilitasi pendataan tenant usaha yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pendataan lapangan secara langsung dijadwalkan dimulai pertengahan Juni mendatang.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan sensus ekonomi dilakukan setiap 10 tahun sekali untuk melihat perubahan struktur ekonomi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat menjadi alasan penting dilaksanakannya sensus ekonomi secara berkala.
“Sekarang sebagian besar masyarakat sudah belanja online. Perubahan seperti ini yang ingin kita potret dalam sensus ekonomi 2026,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....