149 Desa di Muaro Jambi dan Batanghari Masuk Zona Merah Rawan Karhutla
- 24 Apr 2026 21:31 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai Provinsi Jambi. Saat ini, sebanyak 149 desa di dua kabupaten telah dimasukkan ke dalam kategori rawan karhutla, dengan rincian 73 desa di Kabupaten Muaro Jambi dan 76 desa di Kabupaten Batang Hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi secara khusus mencatat adanya 73 desa dan kelurahan di wilayahnya yang kini berstatus zona merah. Data ini diperoleh dari hasil pemetaan dan identifikasi lapangan terbaru yang tersebar di delapan kecamatan berbeda.
"Kami terus melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla. Dari hasil identifikasi terbaru, terdapat 73 desa dan kelurahan yang masuk zona merah,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, hari ini, Jumat (24 April 2026).
Meski tersebar di delapan kecamatan, Anari menjelaskan bahwa tingkat kerawanannya cukup bervariasi. Kecamatan Kumpeh menjadi wilayah dengan titik rawan terbanyak, sementara Kecamatan Mestong mencatatkan jumlah paling sedikit.
"Sebaran paling banyak berada di Kecamatan Kumpeh, yakni 16 desa dan satu kelurahan. Sementara Kecamatan Mestong tercatat enam desa,” jelasnya.
Menurutnya, data sebaran ini bukan sekadar catatan statistik di atas kertas, melainkan rujukan penting bagi tim di lapangan untuk menentukan prioritas pencegahan, pengawasan, dan penempatan personel. Ia mengingatkan bahwa seluruh kawasan di Muaro Jambi pada dasarnya tetap menyimpan potensi bahaya.
"Bukan berarti wilayah yang jumlahnya sedikit itu aman. Semua tetap berisiko, apalagi jika sudah memasuki musim kemarau dan cuaca ekstrem," tegas Anari.
Ancaman Lahan Gambut Dalam
Kondisi ini makin mengkhawatirkan mengingat wilayah Muaro Jambi memiliki hamparan lahan gambut seluas ribuan hektare dengan kedalaman mencapai 5 hingga 8 meter. Karakteristik gambut dalam ini sangat rentan dan dipastikan akan menyulitkan proses pemadaman jika sampai tersulut api.
| Baca juga: Wapres Gubran Tinjau Tol Bayung Lincir |
"Gambut di Muaro Jambi cukup dalam. Kalau sudah terbakar, penanganannya akan sangat sulit. Karena itu, kewaspadaan dan upaya pencegahan harus dimaksimalkan sejak awal," tuturnya.
Menyikapi masuknya musim kemarau dan tingginya potensi bencana, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi merespons cepat dengan resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, menjelaskan bahwa status siaga tersebut akan diberlakukan selama enam bulan, terhitung sejak 15 April hingga 15 Oktober 2026. Keputusan ini didasarkan pada rilis prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Berdasarkan prediksi BMKG, puncak kemarau terjadi pada Mei sampai September. Karena itu, status kita tingkatkan menjadi Siaga Darurat Karhutla," ujar Paruhuman Lubis.
Walaupun status siaga telah dinaikkan, pihak BPBD Muaro Jambi saat ini belum menggelar apel siaga gabungan. Namun, Lubis memastikan koordinasi antar-instansi sudah berjalan matang dan seluruh pihak terkait siap menghadapi potensi karhutla di wilayah tersebut.
“Apel gabungan memang belum dilaksanakan, tetapi seluruh pihak terkait sudah mengetahui penetapan status ini. Untuk apel gabungan, kemungkinan akan digelar dalam waktu dekat,” katanya memungkasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....