Karhutla Tahura Batanghari Masuk Hari ke-12, Water Bombing Masih Dikerahkan

  • 09 Sep 2026 16:05 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tahura, Kabupaten Batanghari, Jambi, memasuki hari ke-12. Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang hingga kini masih menyala di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batanghari, Solihin, mengatakan pemadaman di Tahura masih menjadi salah satu fokus utama petugas. Selain menggunakan metode pemadaman melalui jalur darat, operasi water bombing juga terus dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

“Ini hari ke-12 pemadaman di Tahura. Sampai detik ini water bombing masih melakukan pemadaman di Tahura,” tutur Solihin dalam dialog Kentongan RRI Jambi, Selasa 8 september 2026 sore.

Menurutnya, operasi pemadaman melalui udara telah dilakukan selama sekitar tujuh hari terakhir. Sebelumnya, dua helikopter water bombing turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Namun, operasi tersebut harus menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penanganan kebakaran di wilayah lain.

Kesulitan akses menjadi salah satu alasan water bombing diperlukan. Kondisi medan Tahura yang sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat sejumlah titik api tidak dapat ditangani secara optimal melalui jalur darat.

Di sisi lain, kemarau panjang menyebabkan sumber air di sejumlah wilayah mulai terbatas. “Memang butuh water bombing untuk memadamkan api yang tidak bisa terjangkau dengan akses kendaraan jalur darat,” katanya.

BPBD juga melakukan penyekatan menggunakan alat berat untuk mencegah api menjalar lebih jauh, khususnya menuju kawasan permukiman. Dalam operasi tersebut, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait juga terus dikerahkan.

Untuk menjaga kondisi petugas, tim medis secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan langsung di lokasi. Asupan vitamin dan logistik juga diberikan agar personel tetap dalam kondisi prima selama melakukan pemadaman. Hingga kini, petugas masih berupaya mengendalikan api sembari mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran akibat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....