Angin Kencang dan kekeringan Menghambat Pemadaman Karhutla di Batanghari

  • 09 Sep 2026 15:59 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi – Petugas gabungan menghadapi sejumlah kendala dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batanghari, Jambi. Kemarau panjang, minimnya sumber air, medan sulit, hingga angin kencang membuat api lebih sulit dikendalikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batanghari, Solihin, mengatakan kondisi sungai yang mulai mengering membuat petugas kesulitan mendapatkan sumber air untuk pemadaman di lapangan.

“Untuk pemadaman di lapangan tentu akses air kita sangat sulit. Kondisi saat ini kemarau panjang, sungai-sungai juga sudah mulai kering,” tutur Solihin dalam dialog Kentongan RRI Jambi, Selasa 8 September 2026 sore.

Kesulitan semakin besar ketika petugas harus menangani kebakaran di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau kendaraan. Kondisi tersebut membuat pemadaman melalui jalur darat tidak selalu dapat dilakukan.

Karena itu, dukungan water bombing menjadi penting untuk menjangkau titik api yang berada di lokasi sulit. Selain akses air dan medan, angin kencang juga menjadi persoalan utama. Api yang berada di lahan kering dapat dengan cepat membesar dan meluas ketika tertiup angin. “Angin kencang memang tidak biasa, sehingga api cepat membesar dan cepat meluas. Ini sulit kita kendalikan,” katanya.

Untuk mencegah api meluas, petugas melakukan penyekatan menggunakan alat berat, terutama ketika kobaran api mulai mendekati kawasan permukiman. Penanganan juga dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri hingga pemerintah daerah.

Di tengah kondisi tersebut, kesehatan personel menjadi perhatian. Tim medis secara rutin melakukan pemeriksaan langsung kepada petugas yang berada di lokasi pemadaman. Selain pemeriksaan kesehatan, personel juga diberikan vitamin dan dukungan logistik untuk menjaga stamina selama menjalankan operasi.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar. Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat diminta turut membantu mencegah munculnya titik api baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....