Sepuluh Kebiasaan Buruk yang Dapat Memicu Asam Lambung Naik

  • 07 Sep 2026 14:31 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Asam lambung naik merupakan kondisi yang cukup sering dialami dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, hingga kembung. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh pola makan dan berbagai kebiasaan sehari-hari.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan asam lambung. Berikut beberapa di antaranya.

1. Sering Makan Terlalu Banyak

Makan dalam porsi besar, terutama dalam waktu singkat, dapat membuat lambung terlalu penuh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada lambung sehingga isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Sebaiknya makan dengan porsi secukupnya dan, bila diperlukan, membaginya menjadi beberapa kali makan dalam sehari.

2. Langsung Berbaring Setelah Makan

Kebiasaan berbaring atau tidur segera setelah makan dapat mempermudah asam lambung naik karena posisi tubuh yang horizontal membuat gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung.

Berikan jeda sekitar 2–3 jam antara makan dan waktu tidur atau berbaring.

3. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Pemicu

Pada sebagian orang, makanan tertentu dapat memperburuk gejala asam lambung. Contohnya makanan berlemak, pedas, cokelat, kopi, minuman berkafein, makanan asam, serta minuman bersoda.

Pemicu setiap orang dapat berbeda. Karena itu, penting memperhatikan makanan atau minuman apa yang biasanya diikuti munculnya keluhan.

4. Makan Terlalu Larut Malam

Makan dalam jumlah banyak menjelang waktu tidur dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari, terutama bagi orang yang sering mengalami keluhan asam lambung pada malam hari.

5. Terlalu Banyak Minum Kopi atau Minuman Berkafein

Kopi dan minuman berkafein dapat memperburuk gejala pada sebagian orang. Jika setelah minum kopi keluhan seperti dada terasa panas atau rasa asam di mulut sering muncul, pertimbangkan untuk mengurangi konsumsinya.

6. Merokok

Merokok dapat memengaruhi kerja otot sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang membantu mencegah isi lambung kembali ke kerongkongan. Karena itu, merokok dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk refluks.

Berhenti merokok bukan hanya membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

7. Menggunakan Pakaian Terlalu Ketat

Pakaian yang sangat ketat, terutama di bagian perut, dapat memberikan tekanan pada area lambung. Pada sebagian orang, tekanan tersebut dapat memperburuk keluhan refluks.

Pilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu menekan bagian perut, terutama setelah makan.

8. Sering Membungkuk atau Melakukan Aktivitas Berat Setelah Makan

Membungkuk atau melakukan aktivitas fisik berat segera setelah makan dapat meningkatkan tekanan pada perut. Sebaiknya berikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga.

9. Makan Terburu-buru

Makan terlalu cepat dapat membuat seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak sebelum tubuh memberikan sinyal kenyang. Selain itu, makan terburu-buru juga dapat membuat udara lebih banyak tertelan sehingga perut terasa penuh dan kembung.

Biasakan makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik.

10. Mengabaikan Berat Badan Berlebih

Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada area perut dan berhubungan dengan meningkatnya risiko refluks. Menjaga berat badan tetap sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi keluhan pada sebagian orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....