Asupan yang Sehat bagi Otak di Pagi Hari

  • 08 Feb 2026 14:21 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pagi yang baik akan menentukan sisa hari. Ternyata itu bukan cuma soal produktivitas, bagaimana cara kita memulai hari juga bisa menjadi kunci untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Setiap 3 detik seseorang di dunia mengembangkan demensia. Pada tahun 2020, lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia. Angka ini hampir akan berlipat ganda setiap 20 tahun, mencapai 78 juta pada 2030 dan 139 juta pada 2050. Sebagian besar peningkatan akan terjadi di negara berkembang.

Ada banyak faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan, seperti faktor genetik, yang berpengaruh pada peluang seseorang mengalami penyakit Alzheimer. Namun, kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa upaya kecil dan konsisten dalam rutinitas harian dapat ikut berperan dalam pencegahannya.

Artinya, setiap pagi adalah kesempatan. Kesempatan untuk memberi “asupan” sehat bagi otak. Dengan memperhatikan kebiasaan yang dilakukan sejak membuka mata pada pagi hari, sehingga dapat menjaga kesehatan kognitif secara proaktif.

Berikut ini beberapa kebiasaan pagi yang direkomendasikan untuk membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer, yaitu:

1. Makan telur saat sarapan

Peneliti meneliti berbagai cara untuk menurunkan risiko atau menunda munculnya penyakit Alzheimer lewat pola makan. Telur menjadi sorotan karena mengandung kolin, omega-3, lutein, vitamin B12, folat, dan protein—semua nutrisi penting untuk kesehatan otak.

2. Ngopi

Penelitian menemukan, konsumsi kopi moderat, sekitar 1–4 cangkir sehari, dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Kandungan antioksidan dalam kopi, bersama dengan efek stimulan kafein, berperan dalam mendukung kesehatan otak.

3. Main teka-teki silang

Melatih otak sama pentingnya dengan memulai hari dengan melatih fisik. Permainan kata seperti teka-teki silang melatih ingatan, kemampuan bahasa, dan pemecahan masalah sehingga mendukung kesehatan otak.

Coba masukkan permainan kata ke rutinitas sarapan:  caranya luangkan waktu 10-15 menit setiap pagi untuk menyelesaikan teka-teki silang sambil minum kopi atau sarapan. Jika ingin variasi, tukar teka-teki silang dengan sudoku, word search, atau aplikasi latihan otak lainnya.

4. Jalan Kaki

Studi baru menunjukkan bahwa berjalan setiap hari dapat mengurangi risiko penurunan kognitif, terutama bagi mereka yang memiliki predisposisi genetik untuk penyakit Alzheimer. Manfaat berjalan kaki secara khusus terlihat pada mereka yang memiliki predisposisi genetik untuk mengembangkan penyakit penyakit Alzheimer.

Perilaku pasif (sedenter) meningkat seiring bertambahnya usia, dan aktivitas fisik menurun. Jadi, para peneliti merekomendasikan untuk mengurangi perilaku sedenter ini dengan menyisipkan sesi berjalan kaki singkat setiap hari.

5. Berinteraksi dengan orang-orang terdekat

Hubungan sosial adalah kunci umur panjang dan kesehatan otak. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa menjaga kehidupan sosial yang aktif dapat membantu mencegah Alzheimer dengan membuat otak tetap terlibat dan mengurangi risiko yang terkait dengan isolasi.

Memulai pagi dengan panggilan singkat atau pesan teks kepada teman dekat atau anggota keluarga bisa memberikan dorongan kecil kebahagiaan dan rasa terhubung.

6. Meditasi

Memulai hari dengan meditasi dapat mendukung kesehatan otak. Meditasi rutin membantu memperkuat memori dan fokus dengan mengurangi stres serta peradangan, dua faktor yang berkontribusi pada penurunan kemampuan kognitif.

Cukup luangkan 5–10 menit pada pagi hari untuk bermeditasi. Kebiasaan ini menciptakan suasana tenang pada awal hari sekaligus meningkatkan kemampuan otak dalam mengelola tugas emosional dan kognitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....