Diabetes Tidak Mengerikan yang di Bayangkan
- 31 Mei 2026 06:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Jumlah kasus “diabetes” saat ini telah meningkat dua kali lipat dibandingkan 10 tahun yang lalu. Beberapa orang mengatakan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh prosedur pemeriksaan yang lebih baik, tetapi, sebagian mungkin juga pengaruh dari umur manusia yang lebih panjang. Kondisi tubuh kita akan terus menurun seiring bertambahnya usia sehingga peluang timbulnya diabetes juga meningkat, tetapi yang paling dikhawatirkan saat ini adalah diabetes kini lebih sering ditemui pada orang dengan usia yang lebih muda, yaitu orang-orang yang berusia 30-an.
Penderita yang mengidap diabetes sejak usia dini harus menjalani sisa hidupnya dengan kondisi ini. Bayangkan Anda menderita diabetes pada usia 30 tahun dan hidup hingga usia 80 tahun. Selama 50 tahun atau lebih dari setengah dari hidup Anda harus dijalani dengan diabetes. Selain itu, komplikasi yang lebih berat pasti juga akan terjadi sebagai akibat dari diabetes. Rata-rata, beberapa orang yang telah menderita diabetes selama lebih dari 10 tahun akan mengalami komplikasi, yang mencakup penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit ginjal, dan banyak lagi.
Mayoritas penderita diabetes mendapatkan penyakit ini dari orang tua mereka. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari setengah penderita diabetes juga memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian kasus diabetes berasal dari genetik. Jika ayah atau ibu kita menderita diabetes, peluang kita menderita diabetes lebih tinggi dibandingkan orang lain. Jika kedua orang tua kita merupakan penderita diabetes, peluang kita mengidap diabetes meningkat hingga dua kali lipat. Cepat atau lambatnya kondisi ini muncul ditentukan oleh gaya hidup kita, seperti memperhatikan makanan yang dikonsumsi, rajin berolahraga, dan mengetahui kapan harus mengubah gaya hidup. Meskipun tidak memiliki diabetes, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter karena diabetes berkembang secara bertahap, bukan muncul secara tiba-tiba yang membuat Anda merasa tidak sehat. Anda mungkin telah mengidap diabetes sejak lama jika muncul gejala seperti sering merasa haus, tenggorokan terasa kering, dan sudah makan teratur tetapi berat badan tetap menurun.
| Baca juga: Obesitas adalah Penyakit Multifaktorial |
Jika menilik riwayat kesehatan Anda selama 5-10 tahun terakhir, kita mungkin akan melihat sedikit peningkatan kadar gula dalam darah. Jika peningkatan tersebut terus dibiarkan, kondisi ini dapat dipastikan akan menyebabkan diabetes. Di sisi lain, jika kita dapat kembali ke hari tersebut dan mengontrol kadar gula darah sejak awal, kemungkinan diabetes tidak akan timbul sama sekali.
Penderita diabetes sangat bisa menjalani hidup dengan normal, aktif, dan bahagia asalkan kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik. Meski diabetes merupakan kondisi jangka panjang yang tidak dapat sembuh total, pengelolaan mandiri yang tepat dapat mencegah komplikasi dan membuat harapan hidup penderitanya sama seperti orang sehat pada umumnya.
Berikut adalah pilar utama untuk tetap sehat dan beraktivitas normal dengan diabetes:
| Baca juga: Waspadai Komplikasi Diabetes |
Pola Makan Seimbang (Diet Diabetes)Pilih Karbohidrat Kompleks : Ganti nasi putih dengan beras merah, gandum, atau oat.
Batasi Gula dan Garam : Kurangi makanan manis, minuman kemasan, serta makanan tinggi natrium.
Perbanyak Serat : Konsumsi lebih banyak sayuran hijau dan buah-buahan segar.
Kurangi Lemak Jenuh : Batasi gorengan dan daging berlemak.
Ketahui Batasan : Pahami cara mengonsumsi makanan tertentu, misalnya batasan porsi jika Anda ingin menyantap karbohidrat alternatif.
Aktivitas Fisik Rutin
Olahraga Teratur : Lakukan olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
Durasi Ideal : Targetkan minimal 30 menit per hari, sebanyak 3 hingga 5 kali seminggu.
Manfaat : Membantu sel-sel tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif untuk menurunkan gula darah.
Kepatuhan Pengobatan dan Pemantauan
Minum Obat Sesuai Resep : Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat atau insulin tanpa arahan dokter.
Cek Gula Darah Mandiri : Periksa kadar gula darah secara berkala di rumah menggunakan glucometer untuk memantau fluktuasi harian.
Pemeriksaan HbA1c Berkala : Lakukan tes HbA1c di laboratorium setiap 3–6 bulan sekali untuk melihat rata-rata kendali gula darah jangka panjang.
Manajemen Gaya HidupTidur Cukup : Pastikan istirahat 7–8 jam setiap malam karena kurang tidur dapat mengganggu metabolisme gula darah.
Kelola Stres : Stres melepaskan hormon kortisol yang memicu kenaikan gula darah; coba rileks dengan meditasi atau hobi.
Perawatan Kaki : Periksa kaki setiap hari untuk menghindari luka kecil yang bisa memburuk akibat sirkulasi darah yang kurang baik.
Diabetes dapat disembuhkan; diabetes tidak memerlukan operasi, tetapi membutuhkan pemahaman. Saat ini, mengandalkan dokter saja tidak cukup. Penderita diabetes harus mampu mengandalkan dirinya sendiri. Dokter menyediakan kelas diabetes bagi orang-orang yang memiliki kondisi ini guna mengajari mereka cara untuk merawat diri sendiri, cara mengatur pola makan, cara memutuskan pilihan yang bijak saat membeli makanan dengan memeriksa label jumlah kalori dan kandungan gula, serta jumlah asupan yang dapat mereka konsumsi.
Hal penting bagi penderita diabetes adalah mereka harus mengetahui kadar gulanya dan dapat melakukan tes tusuk jari sendiri di rumah, untuk membantu mereka mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik. Misalnya, jika mereka mengonsumsi jenis makanan tertentu yang meningkatkan kadar gula darah dalam satu kali makan, mereka akan mengetahui cara untuk menurunkannya atau mengganti jenis makanan yang akan dikonsumsi selanjutnya.
| Baca juga: Kencing Manis Apa Sih Penyebabnya |
Bagi pasien yang suka mengonsumsi durian, pada jam makan pertama, ia memakan satu segmen utuh dan tes tusuk jari menunjukkan kadar gula darahnya meningkat. Pada jam makan kedua, ia akan mengurangi jumlah yang ia makan menjadi sebagian segmen (3 biji), yang menyebabkan kadar gula darahnya menurun, tetapi masih cukup berbahaya. Pada jam makan ketiga, ia mencoba memakan sebagian kecil segmen, yaitu hanya 1 biji, dan hasil tes menunjukkan kadar gula darah telah mencapai tingkat yang wajar.
Pasien ini telah belajar bahwa ia dapat mengonsumsi durian, tetapi hanya sebagian ruas dengan 1 biji setiap kali makan. Dengan demikian, ia tidak perlu menahan diri untuk mengonsumsi makanan favoritnya, dan ia akan menjadi lebih bahagia. Menjadi penderita diabetes bukan berarti Anda tidak dapat memakan apa pun, hanya saja Anda harus tahu asupan makanan yang dapat Anda konsumsi agar tetap aman.
Meskipun penderita diabetes dapat memantau dan mengontrol kadar gula darah di rumah, mereka tetap harus memeriksakan diri ke dokter secara teratur, yaitu setiap 4-6 bulan sekali, sehingga dokter dapat memeriksa munculnya komplikasi, seperti retinopati, hipertensi, penyakit jantung, strok, dll. Berkunjung ke dokter untuk memeriksakan komplikasi sejak dini dapat membantu mencegah masalah tersebut, karena jika komplikasi muncul, penyakitnya dapat menjadi permanen.
Misalnya, jika diabetes memengaruhi mata dan telah menyebabkan kebutaan, kadar gula darah dapat kembali normal, tetapi penglihatan tidak. Tetapi, jika komplikasi ini diperiksakan dan ditemukan lebih awal, penyakit akan dapat dicegah. Dalam kasus diabetes yang memengaruhi mata, misalnya, kita dapat menggunakan pengobatan laser sebelum menyebabkan kebutaan.
Terakhir, ada motivasi dari dokter: “Penderita diabetes memerlukan dorongan, khususnya lansia. Beberapa orang dapat mengalami depresi ketika mereka menderita diabetes, dan memiliki pandangan negatif tentang hal tersebut. Mereka berpikir mereka akan menjadi buta, kehilangan kaki, tidak dapat hidup bahagia, tidak dapat mengonsumsi makanan apa pun, serta biaya pengobatan yang mahal. Kenyataannya, diabetes tidak semengerikan yang Anda bayangkan. Jika kita tahu dan memahami mekanisme diabetes, kita tetap dapat menjalani hidup normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....