Waspadai Komplikasi Diabetes

  • 31 Mei 2026 06:42 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Masalah utama bagi penderita DM adalah lebih dari 50% penderita DM tidak mengetahui tentang penyakit dan komplikasinya, sehingga para penderita akan datang lagi ke rumah sakit dengan kadar glukosa darah tinggi disertai berbagai komplikasi.

Banyaknya jumlah kasus DM yang terjadi jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi. Komplikasi didefinisikan sebagai kondisi kronis yang memunculkan dua atau lebih penyakit, dengan salah satu penyakit tidak selalu lebih sentral daripada yang lain. Komplikasi dapat mempengaruhi kualitas hidup, kemampuan untuk bekerja, kecacatan dan kematian. DM dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi.

DM merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan dengan cepat prevalensi komplikasi pada penderitanya, bahkan kematian penyandang DM tidak jarang disebabkan oleh komplikasi. Prevalensi DM yang terdiagnosis pada penduduk usia di atas 65 tahun menurut data Riskesdas tahun 2007 adalah 4,6%.

DM pada lansia seringkali tidak disadari karena gejala-gejala diabetes seperti sering haus, sering berkemih, dan penurunan berat badan tersamarkan akibat perubahan fisik alamiah lansia yang mengalami penurunan, sehingga diabetes yang tidak terdiagnosis ini akan terus berkembang menjadi komplikasi yang dapat berakibat fatal.

Penatalaksanaan DM yang kurang optimal akan menimbulkan komplikasi ;

  1. Komplikasi Mikrovaskular

    Kerusakan mata (Retinopati Diabetik). Pasien Diabetes Melitus sebagian besar akan memperburuk penyakit mata dan akan menyebabkan kebutaan. Kadar glukosa darah yang tinggi, kolestrol tinggi, dan tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama Retinopati. Kerusakan pada pembuluh darah mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan retina mata. Tanda perubahan retina paling dini adalah permeabilitas kapiler mata yang menyebabkan terjadinya penurunan kapiler retina mata yang diikuti oleh pendarahan berbentuk titik dan noda-noda berbentuk perahu mendadak meningkat akibat pendarahan pre retina.

    Kerusakan saraf Retinopati Diabetik, merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada pasien Diabetes Melitus. Faktor risiko Neuropati Diabetik adalah usia, jenis kelamin dan durasi lama mengalami. Dampak dari penderita Diabetes Melitus dengan komplikasi ini antara lain infeksi berulang, Ulkus yang tidak sembuh-sembuh dan amputasi jari/kaki. Kondisi ini yang menyebabkan bertambahnya angka kesakitan dan kematian dan akan berakibat pada meningkatnya biaya pengobatan pasien Diabetes Melitus dengan Neuropati.

    Kerusakan ginjal Neuropati Diabetik, atau penyakit ginjal Diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Melitus yang dapat dideteksi dini. Komplikasi ini ditandai dengan adanya mikroalbuminuria kemudian berkembang menjadi proteinuria secara klinis lalu berlanjut dengan penurunan fungsi laju filtrasi Glomerular dan berakhir dengan keadaan gagal ginjal. Nefropati diabetim disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal menjadi kurang efisien atau bahkan rusak dan menjadi gagal ginjal.

  2. Komplikasi Makrovaskular
    Penyakit Jantung Koroner atau PJK, merupakan penyebab kematian dan kesakitan yang merupakan salah satu penyulit makrovaskular pada penderita Diabetes Melitus. Penyulit makrovaskular ini bermanifestasi sebagai Aterosklerosis dini yang dapat mengenai organ-organ vital (jantung dan otak). Diabetes Melitus merusak dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penumpukan lemak di dinding yang rusak dan menyempitkan pembuluh darah. Jika pembuluh darah koroner menyempit, otot jantung akan kekurangan oksigen dan makanan akibat dari suplai darah yang kurang. Penyempitan pembuluh darah juga dapat mengakibatkan tekanan darah meningkat sehingga mengakibatkan kematian mendadak.
    Hipertensi, penderita Diabetes Melitus cenderung terkena Hipertensi dua kali lipat dibanding orang yang tidak menderita Diabetes Melitus. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan dapat memicu terjadinya serangan jantung, Retinopati, kerusakan ginjal dan Stroke. Faktor yang mengakibatkan Hipertensi pada penderita Diabetes Melitus yaitu nefropati, obesitas, dan pengapuran atau penebalan dinding pembuluh darah.
    Ulkus Diabetik, merupakan salah satu komplikasi yang paling ditakuti karena sering berakhir dengan kecacatan atau kematian. Komplikasi ini diawali dengan adanya Hiperglikemia pada pasien Diabetes Melitus yang menyebabkan terjadinya perubahan pada kulit dan otot kemudian terjadi perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki dan selanjutnya mempermudah terjadinya Ulkus. Kerentanan infeksi menyebabkan infeksi mudah merebak menjadi infeksi yang luas.
    Gangguan pada paru, hal ini terjadi karena hiperglikemia dimana kadar gula darah tinggi. Kemampuan sel untuk fagosit menurun. Infeksi yang biasa terjadi pada pasien Diabetes Melitus adalah infeksi paru, sakit paru akan menaikkan glukosa darah.
    Stroke, Aterosklerosis Serebri merupakan penyebab mortalitas / kematian kedua tersering pada pasien Diabetes. Diabetes Melitus merupakan faktor resiko terjadinya Stroke yang cukup sering. Resiko Stroke Iskemik pada penderita Diabetes Melitus sebesar dua kali sampai enam kali dibandingkan dengan pasien non diabetes. Diabetes Melitus dapat menjadi salah satu faktor resiko penyakit Stroke karena semakin tinggi kadar gula darah seseorang, semakin mudah pula terserang penyakit Stroke.
    Cara Mencegah Komplikasi Diabetes
    Meskipun berbahaya, risiko komplikasi masa depan dapat ditekan seminimal mungkin melalui langkah pencegahan yang konsisten:
    Rutin Cek Gula Darah: Lakukan pemantauan gula darah mandiri serta pemeriksaan HbA1c secara berkala di laboratorium rumah sakit.
    Patuhi Pengobatan Dokter: Minum obat diabetes atau gunakan insulin sesuai dosis yang diinstruksikan oleh dokter spesialis penyakit dalam, jangan dihentikan sembarangan.
    Atur Pola Makan Sehat: Batasi konsumsi karbohidrat sederhana, makanan tinggi gula, serta hindari pengolahan makanan dengan metode gorengan berlebih.
    Rutin Beraktivitas Fisik: Lakukan olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat atau bersepeda minimal 150 menit per minggu.
    Rawat Kesehatan Kaki: Periksa kaki setiap hari untuk mendeteksi luka sedini mungkin dan gunakan alas kaki yang nyaman.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....