Kencing Manis Apa Sih Penyebabnya
- 31 Mei 2026 06:51 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Diabetes melitus (DM), atau yang sering disebut kencing manis, adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah secara terus-menerus. Kondisi ini terjadi karena organ pankreas tidak memproduksi cukup hormon insulin, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Padahal, insulin sangat dibutuhkan untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi.
Jenis-Jenis Diabetes Melitus
Menurut penjelasan medis di portal StatPearls NCBI, penyakit ini secara umum terbagi menjadi beberapa tipe:
Diabetes Tipe 1: Terjadi karena sistem imun merusak sel pankreas penghasil insulin. Umumnya terdeteksi pada anak-anak atau remaja dan membutuhkan terapi suntik insulin seumur hidup.
Diabetes Tipe 2: Jenis yang paling sering terjadi dan biasanya menyerang orang dewasa. Dipicu oleh ketidakmampuan sel tubuh merespons insulin (resistensi insulin) akibat faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat.
Diabetes Gestasional: Lonjakan gula darah yang terjadi khusus selama masa kehamilan dan biasanya pulih setelah melahirkan.
Diabetes Tipe Lain: Dipicu oleh kelainan genetik spesifik, infeksi, atau efek samping penggunaan obat-obatan tertentu (seperti steroid).Gejala Klasik (3P) dan Gejala Lainnya.
Berdasarkan panduan edukasi dari Kementerian Kesehatan RI, ada tiga gejala utama yang paling sering dirasakan oleh penderita:
Poliuria: Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
Polidipsia: Sering merasa haus yang berlebihan.
Polifagia: Mudah lapar dan nafsu makan meningkat tajam.
Gejala pendukung lainnya meliputi penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, tubuh terasa sangat lemas, pandangan mata kabur, luka yang sangat lama sembuh, serta sering kesemutan pada kaki atau tangan.
Kriteria Diagnosis Laboratorium
Dokter akan menegakkan diagnosis diabetes melitus melalui pemeriksaan darah. Menurut konsensus medis nasional yang dirilis oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), seseorang positif menderita diabetes jika memenuhi salah satu parameter berikut:
Kadar HbA1c mencapai (\ge ) 6,5%.
Kadar Gula Darah Puasa (GDP) mencapai (\ge ) 126 mg/dL setelah berpuasa minimal 8 jam.
Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) atau Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) mencapai (\ge ) 200 mg/dL yang disertai dengan gejala klasik.
Langkah Pencegahan dan Pengelolaan
Bagi Anda yang ingin mencegah atau sedang mengelola kondisi diabetes tipe 2, beberapa langkah perubahan gaya hidup aktif:
Atur Pola Makan: Batasi konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana, makanan manis, serta produk ultra-proses.
Rutin Berolahraga: Lakukan aktivitas fisik intensitas sedang seperti jalan cepat minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.
Jaga Berat Badan: Upayakan indeks massa tubuh tetap ideal untuk menurunkan risiko resistensi insulin.
Cek Berkala: Lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendeteksi kondisi pra-diabetes sejak dini.
Secara medis, penyebab utama Diabetes Melitus (DM) dibedakan berdasarkan tipenya, karena mekanisme terjadinya lonjakan gula darah pada setiap tipe sangat berbeda.
Berikut adalah rincian penyebab diabetes melitus berdasarkan klasifikasi medis:
Penyebab Diabetes Tipe 1 (Reaksi Autoimun)
Pada diabetes tipe 1, tubuh mengalami defisiensi insulin absolut akibat hancurnya sel-sel penghasil insulin di pankreas. Penyebab utamanya meliputi:
Sistem Imun yang Rusak: Sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel beta di pankreas sebagai ancaman, lalu menyerang dan menghancurkannya.
Faktor Genetik: Adanya riwayat gen spesifik yang diturunkan dari orang tua, membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan autoimun.
Pemicu Lingkungan: Infeksi virus tertentu (seperti Coxsackievirus atau Rotavirus) diduga kuat memicu munculnya reaksi autoimun pada orang yang memiliki bakat genetik.
Penyebab Diabetes Tipe 2 (Resistensi Insulin)
Diabetes tipe 2 menyumbang sebagian besar kasus di dunia. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi resistensi insulin (sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin) dan penurunan fungsi sekresi insulin oleh pankreas. Faktor pemicunya terbagi dua berdasarkan panduan Kementerian Kesehatan RI:
Faktor Risiko yang Bisa Diubah (Gaya Hidup):
Obesitas dan Lemak Perut: Penumpukan lemak, terutama di sekitar perut, menghasilkan zat kimia yang dapat merusak sensitivitas sel terhadap insulin.
Pola Makan Buruk: Sering mengonsumsi makanan/minuman tinggi gula, makanan olahan (ultra-processed), serta kurangnya konsumsi serat.
Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup yang jarang bergerak (sedentary lifestyle) membuat otot jarang menggunakan glukosa, sehingga memicu penumpukan gula dalam darah.
Stres Kronis & Pola Tidur Buruk: Stres berkepanjangan melepaskan hormon kortisol yang secara alami meningkatkan kadar gula darah.
Faktor Risiko yang Tidak Bisa Diubah:
Faktor Keturunan: Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita diabetes tipe 2 meningkatkan risiko Anda secara signifikan.
Usia: Risiko meningkat secara bertahap seiring bertambahnya usia, terutama setelah melewati usia 40 tahun, akibat penurunan fungsi organ tubuh.
Penyebab Diabetes Gestasional (Kehamilan)
Kondisi ini terjadi akibat perubahan hormon selama masa kehamilan. Plasenta memproduksi hormon yang membantu pertumbuhan janin, tetapi hormon ini juga menghambat kerja insulin di tubuh ibu (menyebabkan resistensi insulin temporer). Jika pankreas ibu tidak mampu memproduksi insulin ekstra untuk mengimbanginya, kadar gula darah akan melonjak.
Penyebab Diabetes Tipe Spesifik Lainnya
Penyebab tipe ini lebih jarang terjadi dan bersifat sekunder:
Efek Samping Obat: Penggunaan jangka panjang obat golongan kortikosteroid atau imunosupresan.
Penyakit Pankreas: Kerusakan fisik pada organ pankreas akibat peradangan kronis (pankreatitis), kanker pankreas, atau cedera. Mutasi Genetik: Seperti pada kondisi MODY (Maturity-Onset Diabetes of the Young) atau diabetes neonatal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....