Majas dalam Bahasa Indonesia yang Digunakan Sehari-hari

  • 05 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Majas (gaya bahasa) adalah cara mengungkapkan gagasan dengan bentuk kata atau kalimat yang puitis, kiasan, atau indah agar lebih hidup dan menarik, umumnya dipakai dalam puisi, prosa, dan iklan.

Di dalam kehidupan sehari-hari, mungkin secara tidak sadar kita menggunakan salah satu majar yang ada dalam bahasa Indonesia, namun mungkin kita terkendala dengan pengertian dari setiap majas tersebut. Ada baiknya untuk menambah literasi kita maka setidaknya paham beberapa majas yang ada dalam bahasa Indonesia.

Di bawah ini beberapa majas yang sering dipakai di Bahasa Indonesia beserta arti singkat dan contoh kalimatnya, yang berhasil disarikan dari berbagai sumber terpercaya:

1. Simile (perbandingan) - Majas yang membandingkan dua hal berbeda dengan kata pembanding seperti “seperti”, “bak”, “laksana”, “sebagai”.

Contoh: “Wajahnya memancar indah bagaikan rembulan malam.”

“Rambutnya sehalus sutra.”

2. Metafora - Majas yang menyamakan dua hal berbeda tanpa kata pembanding; salah satu hal dipakai sebagai lambang hal lain.

Contoh: “Ia adalah bintang di keluarganya.”

“Perusahaan itu bangkrut karena ulah tikus berdasi.”

3. Personifikasi - Memberi sifat atau perilaku manusia pada benda mati, hewan, atau alam.

Contoh: “Angin berbisik di malam yang sunyi.”

“Langit tampak menangis di malam yang kelam.”

4. Hiperbola - Ungkapan berlebihan untuk menekankan makna atau emosi.

Contoh: “Aku sudah berulang kali mengingatkanmu hingga tak terhitung.”

“Aku hampir mati karena menunggumu.”

5. Ironi - Menyatakan sesuatu yang bertolak belakang dari maksud sebenarnya, biasanya bernada sindiran halus.

Contoh: “Wah, kerjamu sangat cepat sekali!” (padahal lambat).

“Kamu ini hebat sekali, masuk kelas kesiangan lagi.”

6. Litotes - Mengungkapkan sesuatu yang besar atau positif dengan kata‑kata yang tampak merendahkan diri (lebih halus).

Contoh: “Dia bukan orang yang bodoh.” (maksud: sangat pintar).

“Kita cuma tamu kecil di rumah Presiden.”

7. Pleonasme - Menggunakan kata atau keterangan yang sebenarnya berlebihan untuk memperkuat penekanan.

Contoh: “Kita harus terus maju ke depan menyambut masa depan.”

“Turun ke bawah” (bawah sudah berarti turun).

8. Repetisi - Pengulangan kata atau frasa untuk memperkuat pesan atau perasaan.

Contoh: “Jalan terus, terus, dan terus sampai tiba.”

“Karena kamu, kamu, dan hanya kamu.”

9. Alegori - Majas yang menggambarkan satu hal dengan cerita atau gambaran kiasan yang menyeluruh.

Contoh: “Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang di bawah.”

“Rasa amarah itu seperti api; semakin disulut, semakin besar.”

10. Sinekdok (Totem pro parte)-Menggunakan sebagian untuk mewakili keseluruhan, atau sebaliknya.

Contoh:“Spanyol angkat kaki dari turnamen ini setelah dikalahkan Maroko.” (maksud: tim Spanyol).

“Warga Jakarta meramaikan peresmian Taman Mini Indonesia Indah.” (mewakili warga Jakarta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....