Perahu Tradisional Indonesia yang Menjadi Transportasi Andalan pada Masanya
- 12 Jul 2026 18:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Perahu tradisional adalah alat transportasi air yang dibuat menggunakan teknik, desain, dan material lokal secara turun-temurun. Di Indonesia, perahu ini umumnya digerakkan menggunakan tenaga angin dengan layar atau tenaga manusia (dayung), dan sering digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan, transportasi antarpulau, atau perdagangan.
Indonesia memiliki banyak jenis perahu tradisional yang mencerminkan kearifan local dan teknologi kelautan masing-masing daerah. Tentunya perahu dahulunya juga merupakan transportasi yang sering digunakan masyarakat Indonesia yang ingin berpergian melalui sungai.
Merangkum dari berbagai sumber terpercaya, berikut adalah beberapa jenis perahu tradisional Indonesia yang paling dikenal:
A. Perahu berbasis cadik (outrigger)
| Baca juga: Mengenal Ikan Belida Predator Purba Perairan |
1. Jukung - Perahu tradisional khas Bali dan banyak daerah pesisir lainnya, menggunakan cadik (outrigger) ganda dan layar segitiga. Jukung sudah ada sejak abad ke-10 dan tercatat dalam Prasasti Julah.
2. Sandeq (Sandek) - Perahu khas Suku Mandar dari Sulawesi Barat, sangat ramping, menggunakan cadik ganda dan stempost yang mencuat tinggi, membuatnya mirip kapal Viking.
3. Pledang / Peledang - Perahu layar yang digunakan oleh pemburu paus di Nusa Tenggara Timur.
B. Perahu layar besar dan niaga
1. Pinisi - Kapal layar tradisional dari Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Konjo), dikenal sebagai kapal niaga yang dahulu, mengarungi perdagangan rempah. Bentuknya merupakan perpaduan antara perahu Sulawesi dan pengaruh galleon Portugis.
2. Pencalang - Perahu layar tradisional yang berasal dari wilayah Melayu dan perairan Selat Malaka, digunakan untuk perdagangan dan transportasi.
3. Orembai - Perahu layar tradisional dari wilayah timur Indonesia (terutama Maluku dan sekitarnya), terkenal sebagai kapal niaga dan perang.
4. Pajala / Padewakang / Paduwang - Berbagai jenis kapal layar tradisional dari Sulawesi dan Nusa Tenggara, digunakan untuk niaga dan pelayaran antarpulau.
C. Perahu perang dan kapal khusus
1. Kora-Kora - Perahu ramping khas Kepulauan Maluku, panjang sekitar 10 meter, dapat dihuni oleh puluhan pendayung, digunakan untuk perang dan ekspedisi.
2. Juanga, Jong, Lancang, Malabang, Penjajap - Berbagai jenis kapal/perahu tradisional zaman kuno–abad ke–19 yang digunakan untuk perang, niaga, dan transportasi sungai/laut.
3. Knabat bogolu - Perahu tradisional dari wilayah Papua, sering dikaitkan dengan perahu suku Biak yang memiliki motif pelayaran khas.
Bagi masyarakat Indonesia, perahu tidak lepas dari kehidupan sehari-hari bagi mereka yang tinggal di pesisir laut Indonesia atau di berbagai sungai yang ada di Indonesia. Seperti di provinsi Jambi, perahu masih menjadi alat transportasi dan sebagai alat untuk mencari ikan atau menangkap ikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....