Jelang Tahun Baru, Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia

  • 14 Agt 2026 22:20 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang momentum libur akhir tahun dan tahun baru, Taiwan membidik wisatawan Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata luar negeri ke Taiwan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Frank Lu mengatakan, Taiwan Travel Fair tidak sekadar menjadi ajang promosi produk perjalanan.

Ia menyebut, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Taiwan secara lebih luas sekaligus memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.

“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” kata Frank, Jumat, 14 Agustus 2026.

Untuk memperluas daya tarik bagi wisatawan Indonesia, Taiwan tidak hanya mengandalkan kekayaan alam, budaya, dan kuliner. Promosi juga diarahkan pada konsep wisata ramah Muslim, pariwisata berkelanjutan, serta pengalaman lokal.

Sektor wisata ramah Muslim menjadi salah satu perhatian Taiwan. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata setempat terus mengembangkan ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, hingga fasilitas wudu.

Upaya tersebut turut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

“Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim,” ujar Frank.

Tak hanya itu, Taiwan juga tengah berupaya mendorong wisatawan Indonesia untuk menjelajahi destinasi di luar Taipei. Sejumlah lokasi seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, hingga berbagai destinasi budaya lokal mulai diperkenalkan lebih luas.

Sementara itu, Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Abe Chou mengatakan, strategi promosi tahun ini dibuat lebih dekat dengan gaya hidup wisatawan Indonesia.

Taiwan Travel Fair yang digelar di Lippo Mall Puri dikemas secara dinamis dan interaktif untuk menjangkau keluarga maupun generasi muda.

Sejumlah kegiatan disiapkan selama pameran, mulai dari pertunjukan panggung, demonstrasi budaya, area foto bertema destinasi Taiwan, aktivitas DIY, kuis wisata, hingga undian berhadiah.

“Pengunjung dapat memperoleh informasi perjalanan secara langsung dari pelaku industri pariwisata yang hadir dalam pameran,” kata Abe.

Selain itu, berbagai paket perjalanan ditawarkan untuk menyesuaikan kebutuhan wisatawan. Paket tersebut meliputi tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga, hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan tur bertema festival.

Sejumlah agen perjalanan juga memberikan penawaran khusus selama pameran, termasuk potongan harga pemesanan, peningkatan kelas hotel, dan suvenir.

Bagi pengunjung yang menggunakan kartu kredit Mandiri untuk membeli tiket pesawat atau paket wisata Taiwan, tersedia cashback hingga Rp3,5 juta serta fasilitas cicilan 0 persen hingga 12 bulan.

Dari sisi minat wisatawan Indonesia, Abe menyebut kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama Taiwan. Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea menjadi sejumlah produk yang banyak diminati wisatawan.

Namun, tren perjalanan wisatawan Indonesia mulai berkembang. Wisatawan kini semakin tertarik pada aktivitas yang menawarkan pengalaman lebih mendalam, seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan menggunakan kereta api, hingga mengunjungi tourism factory.

“Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam,” ujar Abe.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....