Pemerintah-Investor Dukung Megamendung Jadi Destinasi Ekowisata Berkelanjutan

  • 09 Okt 2025 00:14 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Pesona destinasi wisata di Kecamatan Megamendung, Bogor, bukanlah hasil rekayasa buatan, melainkan terbentuk secara alami dan ramah lingkungan. Dukungan dari pemerintah dan investor menjadikan Megamendung sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan.

“Destinasi wisata di Kecamatan Megamendung bukan dibuat, tetapi terbentuk secara alami sejak dahulu,” kata Camat Megamendung Ridwan melalui keterangan tertulis, Rabu (9/10/2025).

Ridwan menjelaskan, beberapa investor besar seperti Eiger Adventure Land (EAL) dan Gym Station Indonesia (GSI) kini hadir di Megamendung. Kehadiran mereka membawa empat manfaat utama: tanah negara yang sempat diserobot kembali dikuasai, kawasan gundul direboisasi, investor berkontribusi terhadap negara, serta terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga.

“Yang paling penting, mereka peduli terhadap lingkungan. Contohnya, Sungai Cisuka tidak pernah banjir meski ada pembangunan. Pola investasi tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan hilirisasi dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Pakar Perencanaan Wilayah dan Kota dari Universitas Pakuan M. Yogie Syahbandar menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Menurutnya, karakteristik pedesaan yang kuat membuat wilayah ini ideal untuk wisata berkelanjutan.

Namun, ia menegaskan perlunya memperhatikan aspek sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan tata kelola kelembagaan agar pembangunan tak merusak alam.

“Dalam konsep triple helix, harus ada sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pengusaha. Korporasi bisa berperan mempercepat program ekowisata, asalkan koridor sosial dan lingkungan tetap dijaga,” ujar Yogie.

Warga Sukagalih Atang berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang bijak agar pembangunan ekowisata tidak menyulitkan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor tersebut. Dia menyebut ada kekhawatiran dari warga akibat gelombang PHK menyusul penutupan sementara beberapa lokasi wisata.

“Pembangunan ekowisata membawa kebahagiaan bagi warga Megamendung,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....