Wisata Sejarah ke Pabrik Gula Candi Sidoarjo

  • 11 Jan 2025 21:19 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Wisata sejarah tak selalu identik dengan kunjungan ke museum atau candi. Di Sidoarjo, Jawa Timur, komunitas Tilik Mburi menawarkan pengalaman berbeda dengan menjelajahi Pabrik Gula Candi, sebuah saksi sejarah perkembangan industri gula di Indonesia.

Pada Minggu, 12 Januari 2025, komunitas Tilik Mburi akan menyelenggarakan acara bertajuk "Jelajahi Sejarah Pabrik Gula Candi". Dengan tema “Biar Gak Cuma Nonton Doang”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah Pabrik Gula Candi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Risky, salah satu pegiat komunitas Tilik Mburi, menjelaskan tujuan utama acara ini. “Pabrik Gula Candi adalah bagian penting dari perjalanan industri gula di Indonesia. Dengan memahami sejarah ini, kita bisa lebih menghargai kontribusi generasi terdahulu,” ujar Risky saat diwawancarai. Ia berharap kegiatan ini menjadi ajang edukasi dan hiburan bagi masyarakat.

Pabrik Gula Candi yang dibangun pada masa kolonial Belanda, menyimpan banyak cerita tentang kejayaan industri gula di masa lalu. Peserta tur akan diajak menjelajahi berbagai sudut pabrik, termasuk melihat mesin-mesin tua yang pernah digunakan untuk memproduksi gula. Risky menambahkan, “Kami ingin menghidupkan kembali ingatan tentang masa kejayaan industri gula melalui tur ini. Ini bukan sekadar wisata, tetapi juga pelajaran sejarah.”

Selain tur keliling, peserta akan mendapatkan penjelasan mendalam mengenai proses kerja pabrik gula pada masa lampau. Informasi ini disampaikan oleh pemandu yang sudah dilatih untuk menjelaskan detail sejarah pabrik secara menarik. Komunitas Tilik Mburi juga menggandeng beberapa pihak seperti Indonesia Local Guides, Indonesian Roamers, dan Langganan Karya yang turut mendukung pelestarian situs bersejarah.

Acara ini akan dimulai pukul 09.00 WIB di lokasi Pabrik Gula Candi, Sidoarjo. Berdasarkan informasi dari panitia, pendaftaran bisa dilakukan melalui kontak resmi komunitas atau langsung di lokasi pada hari pelaksanaan. Peserta diharapkan hadir tepat waktu untuk menikmati keseluruhan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

Risky menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga kesempatan untuk merasakan nuansa nostalgia. “Kita ingin menunjukkan bahwa sejarah itu bisa dinikmati dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sekarang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....