Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Turnamen Sepak Bola Paling Meriah
- 24 Apr 2026 22:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ajang Piala Dunia FIFA 2026 diprediksi akan menjadi salah satu turnamen paling meriah dalam sejarah sepak bola. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim serta digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kompetisi ini diharapkan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemain maupun penggemar di seluruh dunia.
Sorotan utama tentu tertuju pada dua megabintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang berpotensi tampil di edisi keenam Piala Dunia dalam karier mereka. Di usia yang tak lagi muda, keduanya diprediksi akan menjadikan turnamen ini sebagai panggung pembuktian terakhir, sekaligus peluang untuk menorehkan sejarah baru.
Messi datang dengan status juara bertahan bersama Argentina dan berambisi menambah koleksi trofinya. Ia juga berpeluang melampaui rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia yang saat ini dipegang oleh Miroslav Klose. Sementara itu, Ronaldo masih memburu gelar juara dunia pertamanya bersama Portugal, yang selama ini belum pernah ia raih meski telah tampil di berbagai edisi sebelumnya.
Tak hanya menyorot pemain senior, Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung bagi generasi baru. Nama-nama seperti Lamine Yamal dan Erling Haaland diprediksi akan menjadi pusat perhatian dengan performa mereka yang terus menanjak di level klub maupun internasional.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, sejumlah isu di luar lapangan turut menjadi perhatian. Situasi politik global, terutama yang melibatkan Donald Trump, dinilai berpotensi memengaruhi atmosfer turnamen. Ketegangan dengan beberapa negara peserta seperti Iran dan Kanada menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap penyelenggaraan.
Timnas Iran merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan di akun Instagram miliknya, pada Jumat. Respons ini merupakan balasan dari pernyataan Trump yang menyebutkan bahwa Timnas Iran sebaiknya tidak datang ke Piala Dunia di Amerika Serikat.
“Piala Dunia adalah sebuah ajang bersejarah dan internasional, dan badan pengaturnya adalah FIFA, bukan individu atau negara mana pun,” ungkap Timnas Iran pada unggahan di sosial media resmi nya, dikutip oleh RRI dalam akun instagram Antara News, pada Jumat 24 April 2026.
FIFA juga ikut menegaskan komitmen jadikan sepak bola sebagai alat perdamaian dan persatuan dunia di tengah situasi geopolitik yang bergejolak. “FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan serta mempromosikan perdamaian,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rapat Dewan FIFA yang digelar secara daring dari markas besar FIFA di Zurich, Swiss.
Selain itu, kebijakan imigrasi yang ketat di Amerika Serikat juga memicu kekhawatiran bagi para penonton internasional. Dengan sebagian besar pertandingan digelar di wilayah AS, muncul pertanyaan mengenai kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung dari berbagai negara.
Meski demikian, FIFA telah menegaskan komitmennya untuk memastikan turnamen berjalan profesional dan inklusif. Berbagai langkah antisipasi diharapkan mampu menjaga Piala Dunia tetap menjadi ajang persatuan melalui olahraga.
Dengan skala yang lebih besar, deretan bintang dunia, serta dinamika yang kompleks baik di dalam maupun luar lapangan, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi momen bersejarah. Turnamen ini bukan hanya soal persaingan memperebutkan trofi, tetapi juga perayaan global yang menyatukan jutaan penggemar sepak bola dari seluruh penjuru dunia.
(Kayla Maiza - Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....