Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Bawa Dampak Ekonomi, Omzet UMKM Rp2 Juta

  • 20 Jul 2026 11:33 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Nonton bareng final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Jakarta Pusat pada 20 Juli 2026 memberikan peluang ekonomi bagi UMKM dan pedagang kecil.
  • Pedagang aksesoris sepak bola seperti Basir berhasil meraup omzet sekitar 2 juta rupiah dalam satu malam pertama penjualan.
  • Pedagang memanfaatkan momentum Piala Dunia dengan menambah stok dagangan berupa jersey, bendera, dan aksesoris tim nasional Spanyol dan Argentina untuk memenuhi permintaan penggemar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nonton bareng atau nobar final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 20 Juli 2026, membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil atau UMKM. Belum genap satu malam berjualan, pedagang jersey dan aksesoris tim nasional meraup omzet sekitar 2 juta rupiah.

Ditemui sebelum kick-off final dimulai, sekitar pukul 12 tengah malam, Basir yang biasanya berjualan aksesoris bebek di sekitar stasiun Sudirman ini mengatakan momentum Piala Dunia dimanfaatkannya untuk menambah dagangan bertema sepak bola. Pada laga final, ia sengaja menambah stok jersey, bendera, dan aksesoris tim nasional Spanyol dan Argentina.

"Ya sekitar, baru dua jutaanlah. Iya, alhamdulillah lumayan banget. Malam final ini betul, meningkat sekali alhamdulillah, sekitar tujuh puluh persen ke atas," kata Basir yang berjualan di dekat pintu masuk Lapangan Banteng, Senin 20 Juli 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut mengikuti nobar di lapangan banteng. Ia mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 tenan UMKM melalui kolaborasi dengan Jakpreneur dan Kamar Dagang Indonesia atau Kadin.

"Berdasarkan informasi hampir 200 tenan yang ikut, lalu tadi kita lihat kan [dari video tayangan] hasil perputaran ekonomi bisa sampai Rp5 triliun. Nah, jadi itu pergerakan ekonomi yang memang bisa digerakkan oleh masyarakat itu sendiri," ujar Rano yang menjagokan tim nasional Spanyol.

Dalam sebuah tayangan video, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari mengutip kajian Kadin dan survei Lokadata, yang menyebut manfaat ekonomi telah menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Selama penyelenggaraan dan penyiaran Piala Dunia di Indonesia, estimasi perputaran ekonomi sebesar lebih dari 5 triliun rupiah.

Pada saat wawancara cegat, Fiki mengatakan dampak ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku UMKM di lokasi nobar, melainkan juga sektor perhotelan, restoran, kafe, promosi melalui iklan, hingga berbagai kegiatan aktivasi.

"Saya yakin lebih besar lagi ya nilai ekonominya, dari UMKM, hotel, restoran, kafe, kemudian juga dari dampak on-air, off-air, saya rasa ini lebih kita optimalkan kedepannya," kata Fiki sebelum laga final dimulai.

Minggu malam, sekitar 14 ribu orang diperkirakan memadati nobar final Piala Dunia di Lapangan Banteng. Sebelum kick off, penonton dihibur penampilan musisi Juan Reza, Armada, dan tipe-X. Ketika berganti hari, Senin dini hari, ribuan pasang mata menyaksikan tim nasional Spanyol mengangkat tropi Piala Dunia untuk kedua kali setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....