Pemprov DKI Siapkan Blok M Jadi Model Kawasan Berbasis TOD

  • 06 Okt 2026 22:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini mengintegrasikan transportasi publik, ruang publik, aktivitas komersial, dan kehidupan perkotaan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan transformasi Blok M harus tetap mempertahankan karakter kawasan sebagai tempat berkumpul, kuliner, hiburan, perdagangan, dan aktivitas kreatif masyarakat.

“Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” ujar Pramono, dalam acara peluncuran desain Blok M Fase Ultimate, di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Pramono dalam konsep Fase Ultimate, ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat, sedangkan ruang publik bertambah sekitar lima kali lipat dari kondisi saat ini.

Daya tarik Blok M selama ini terletak pada keberagaman aktivitas yang dapat diakses dengan transportasi publik, terutama oleh masyarakat dan generasi muda.

“Orang dari mana saja ketika datang ke Jakarta, terutama anak-anak muda, mereka selalu menyempatkan diri datang ke Blok M, mencari makanan yang baru, sesuatu yang viral, membeli sesuatu yang terjangkau. Itulah yang menjadi kekuatan Blok M,” katanya.

Transformasi Blok M juga akan dikaitkan dengan penguatan konektivitas transportasi Jakarta. Pramono menargetkan pada 2029 jaringan MRT Utara–Selatan, LRT Kelapa Gading–Dukuh Atas, pedestrian deck Dukuh Atas, extended concourse Bundaran HI, serta pembenahan Taman Semanggi semakin terintegrasi.

Pramono mengatakan konsep pengembangan kawasan seperti Blok M dapat diterapkan di sejumlah kawasan strategis lain, antara lain Pasar Baru, Glodok Pecinan, dan Kota Tua.

“Saya membayangkan Pasar Baru menjadi Myeong-dong-nya Jakarta. Kemudian kita jalan sedikit sampai dengan Glodok Pecinan, wajahnya juga kita lakukan perbaikan, dan ujungnya terakhir di Kota Tua,” ujarnya.

Pramono menegaskan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Blok M tidak boleh terhenti selama proses pembangunan. “Blok M enggak boleh berhenti. Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,” ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan saat ini terdapat 332 tenant yang beraktivitas di kawasan Blok M. Seluruh tenant akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan dimulai.

“Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi,” kata Tuhiyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....