Namu Balai Kota Mulai Dibuka, Warga Bisa Tur hingga Akses Layanan Publik

  • 03 Okt 2026 09:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memperkenalkan Namu Balai Kota, program yang membuka kompleks Balai Kota DKI Jakarta bagi masyarakat melalui rangkaian tur, edukasi, seni, budaya, kuliner, kegiatan komunitas, hingga layanan publik.

Program tersebut diuji coba mulai Sabtu, 3 Oktober 2026, dan selanjutnya dibuka setiap Sabtu pukul 08.00–17.30 WIB. Masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengikuti sejumlah aktivitas yang disediakan di lingkungan Balai Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Namu Balai Kota merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta membuka akses masyarakat terhadap lingkungan pemerintahan sekaligus mengenalkan sejarah perjalanan Jakarta.

“Balai Kota bukan hanya tempat aparatur pemerintah bertugas, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perjalanan Jakarta. Melalui Namu Balai Kota, kami ingin membuka kesempatan bagi warga untuk datang, berinteraksi, dan melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja melayani kebutuhan mereka,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta bersama Jakarta City Branding (JCB) sebagai penggerak utama.

Dalam rangkaian tur Balai Kota, pengunjung dapat menyusuri sejumlah ruang penting, mulai dari Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan Jakarta Cinema Experience di Ruang Pola yang menyajikan sisi kreatif perjalanan Jakarta.

“Anak-anak juga mendapat aktivitas khusus melalui Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dapat merasakan pengalaman menjadi reporter cilik sekaligus mengenal proses produksi berita,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Balai Kota menyimpan banyak cerita mengenai perjalanan Jakarta yang dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung.

“Balai Kota punya banyak cerita tentang Jakarta yang mungkin belum diketahui. Datanglah bersama keluarga, ajak anak-anak, kenali ruang-ruang yang menjadi bagian dari perjalanan kota ini, lalu nikmati karya seni, kegiatan komunitas, dan kuliner,” kata Rano.

Selain tur, Namu Balai Kota menghadirkan Mini Mall Pelayanan Publik yang menyediakan sejumlah layanan pemerintahan dalam satu lokasi. Layanan tersebut antara lain pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.

Masyarakat juga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, mengikuti kegiatan pilah sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, membuka rekening Bank Jakarta, serta mendapatkan layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Layanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan turut menjadi bagian dari kegiatan.

Di luar layanan pemerintahan, Namu Balai Kota menyediakan Community Playground sebagai ruang interaksi warga dan komunitas. Area tersebut dilengkapi Community Stage untuk pertunjukan musik dan permainan tradisional.

Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai rangkaian kegiatan sebelum berkunjung melalui kanal digital.

“Kami berharap akses ini dapat membantu masyarakat merencanakan kunjungan dan menikmati berbagai pengalaman yang tersedia di Balai Kota,” ujar Marulina.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui laman smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Melalui program tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka Balai Kota sebagai ruang yang dapat dikunjungi masyarakat untuk mengenal sejarah dan perkembangan Jakarta, mengikuti kegiatan komunitas, menikmati seni dan budaya, serta mengakses sejumlah layanan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....