Tangani Kucing Liar, Pemkot Jakut Gelar Sterilisasi dan Vaksinasi Gratis

  • 29 Sep 2026 10:50 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara menggelar layanan sterilisasi dan vaksinasi gratis bagi kucing, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KPKP September Festival Sehat 2026. Program ini menyasar kuota sebanyak 250 ekor kucing, yang terdiri dari 150 ekor kucing jantan dan 100 ekor kucing betina. Langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis Pemkot Jakarta Utara untuk mengendalikan populasi kucing, menjaga kesehatan hewan peliharaan maupun hewan liar, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit zoonosis seperti rabies di wilayah Jakarta Utara.

Layanan gratis ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Tidak hanya pemilik hewan peliharaan, para pencinta hewan dan penyelamat kucing liar (cat rescuer) turut membawa kucing-kucing jalanan untuk diperiksa, divaksinasi, serta disterilisasi.

Seorang pengemudi ojek online sekaligus cat rescuer, Siti Hamidah, menjadi salah satu warga yang menghadiri kegiatan tersebut sambil membawa kucing liar untuk disterilkan. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang digelar oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Utara ini.

"Sangat bagus sih. Pokoknya sangat berarti banget buat kucing-kucing liar yang di luar sana," ujar Siti Hamidah, saat ditemui RRI Jakarta di lokasi kegiatan, pada Selasa 29 September 2026.

Siti mengaku, ini bukan kali pertama dirinya memanfaatkan program pemerintah tersebut. Ia telah beberapa kali membawa kucing liar ke berbagai tempat penyedia layanan serupa, seperti di Kantor Walikota Jakarta Utara maupun Gelanggang Remaja (GRJU).

"Aku di sini sudah lima kali ikut. Di GRJU juga sudah tiga kali. Kalau kucing di rumah 100 persen sudah disteril, jadi sekarang fokus membawa kucing-kucing liar," katanya.

Lebih lanjut, Siti berharap agar program ini dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Bahkan hingga ke tingkat RT/RW dan disertai dengan edukasi kepada masyarakat mengenai kesejahteraan hewan.

"Harapan saya ke depannya jangan hanya diadakan di kantor walikota atau satu titik saja. Kalau bisa ada sosialisasi dan edukasi di setiap kelurahan, RT, hingga RW. Jadi tidak ada lagi penganiayaan terhadap kucing hanya karena masalah kotoran atau hal lainnya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....