SDA Jakbar Ubah Metode Pengangkutan Lumpur Sedimen untuk Cegah Banjir

  • 28 Sep 2026 18:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam upaya mengantisipasi banjir, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mengubah metode pengangkutan lumpur sedimen hasil pengerukan kali. Kasudin SDA Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, kini pengangkut tak lagi dibagi ke sejumlah tiik pengerukan secara bersama.

“Pengangkutan kita lakukan dengan armada penuh di satu titik pengerukan. Setelah selesai, baru kita pindah ke titik lain,” kata Mustajab saat dikonfirmasi, Senin, 28 September 2026.

Menurut Mustajab, pola tersebut diterapkan karena pembagian armada di sejumlah lokasi dinilai kurang efektif.

Ia mengatakan, pengangkutan dilakukan usai pengerukan pada satu segmen selesai, kemudian seluruh material lumpur dipindahkan sebelum pekerjaan berlanjut ke segmen berikutnya.

“Misalnya satu segmen kita angkut dengan 30 dump truck. Setelah selesai, baru kita pindah ke bagian hilir atau hulu yang pengerukannya belum dilakukan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, pengerukan sedimen berlangsung di 10 titik yang tersebar di sejumlah kali di Jakarta Barat. Lokasi tersebut antara lain Kali Mookervaart, Kali Angke, Kali Grogol, Kali Semongol, Kali Sepak, dan Kali Citra 5.

“Untuk Kali Grogol, pengerukan dibagi menjadi dua segmen, yakni kawasan Latumenten dan Kemanggisan. Pengerukan di Latumenten merupakan pekerjaan baru, sedangkan di Kemanggisan telah berlangsung hampir tiga pekan,” jelasnya.

Mustajab menjelaskan, material lumpur hasil pengerukan di Kali Grogol Kemanggisan terlebih dahulu dipinggirkan sebelum diangkut menggunakan truk.

“Di Kemanggisan, material lumpur sudah kita pinggirkan, kemudian setiap hari diangkut menggunakan 21 dump truck. Metodenya nanti seperti itu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....