Cegah Genangan, Sudin SDA Jakbar Intensifkan Pengerukan Saluran di Kapuk

  • 22 Jul 2026 23:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat menggencarkan pengerukan sedimen lumpur dan pengangkutan sampah di saluran mikro serta drainase di Jalan Raya Kapuk, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, pengerukan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kick off Gerebek Lumpur yang dipimpin Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, di Kelurahan Kapuk pada Minggu (19/7/2026).

“Fokus kegiatan pada pembersihan, pengerukan sedimen lumpur, serta pengangkutan sampah di sepanjang saluran mikro dan drainase permukiman warga yang selama ini mengalami pendangkalan,” ujar Mustajab.

Ia menjelaskan, pendangkalan saluran menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan dan banjir saat hujan deras. Karena itu, pengerukan dilakukan secara menyeluruh agar kapasitas saluran meningkat dan aliran air kembali lancar.

Pada pelaksanaan kick off Gerebek Lumpur, Sudin SDA Jakarta Barat berhasil mengangkat 2.200 karung lumpur atau setara 36,7 meter kubik dari sejumlah titik saluran, di antaranya di Jalan Raya Kapuk, Gang Empang, hingga Jalan Kali Apuran.

“Pengerukan lumpur saluran mengerahkan satu alat berat jenis ekskavator spider mini. Karena melihat kondisi saluran di sepanjang Jalan Kapuk, kami perintahkan untuk dilanjutkan pengerukannya,” kata Mustajab.

Ia menambahkan, pada Rabu (22/7), Satpel SDA Kecamatan Cengkareng kembali melakukan pengerukan di Jalan Raya Kapuk.

Dari kegiatan itu, petugas berhasil mengangkat 51,3 meter kubik lumpur dengan mengerahkan satu unit dump truk yang melakukan lima kali perjalanan pengangkutan.

Selain di saluran mikro Jalan Raya Kapuk, tim gabungan Sudin SDA Jakarta Barat juga melakukan pengerukan di Kali Apuran Atas, tepatnya pada segmen Pompa Mobile Apuran Atas.

“Volume lumpur yang dikeruk mencapai 71 meter kubik dengan mengerahkan alat berat jenis ekskavator long arm (XL 37). Pengurasan lumpur saluran akan terus berlanjut hingga 45 hari ke depan,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....