Kemarau Panjang Persulit Pengendalian Kebakaran Hutan
- 28 Sep 2026 16:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kemarau panjang dan cuaca panas menjadi salah satu faktor yang mempersulit pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Kondisi tersebut membuat api yang muncul akibat pembukaan lahan berisiko menyebar dan sulit dipadamkan, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.
Perwakilan Pusaka Indonesia, Deni Riswana, mengatakan kebakaran hutan dan lahan diduga dipicu unsur kesengajaan, baik oleh masyarakat maupun pemegang izin untuk membersihkan dan menyiapkan lahan. Praktik pembakaran tersebut semakin berisiko ketika berlangsung pada musim kemarau dengan kondisi cuaca yang sangat panas.
Menurut Deni, karakteristik lahan gambut di Kalimantan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran. Ketika gambut mengering, api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat menjalar ke lapisan bawah tanah sehingga sulit dijangkau petugas pemadam.
“Mayoritas Kalimantan itu kebanyakan gambut. Saat musim kemarau, gambut kering dan ketika titik-titik api bermunculan, kubah gambut yang ada di bawah permukaan bisa ikut terbakar,” ujar Deni dalam wawancara bersama RRI, Sabtu. September 2026.
Ia menjelaskan, upaya pemadaman melalui penyiraman dari permukaan belum tentu langsung menghentikan kebakaran. Bara api yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut dapat memicu munculnya asap kembali, sehingga penanganannya membutuhkan upaya yang lebih menyeluruh.
Deni juga menyoroti pembangunan kanal di kawasan gambut yang perlu dievaluasi. Kanal yang dirancang untuk menampung air saat musim hujan, menurutnya, dalam kondisi tertentu justru dapat menjadi jalur bagi api untuk menjalar ketika musim kemarau. Karena itu, pengelolaan kawasan gambut perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan risiko kebakaran.
Selain penanganan saat kebakaran terjadi, Deni menekankan pentingnya pencegahan melalui pengelolaan lahan yang lebih baik serta komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemegang izin, dan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan tidak hanya merusak pepohonan, tetapi turut mengancam habitat satwa dan keberagaman flora di kawasan terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....