Pembangunan Jembatan Terhenti, Warga Tegal Alur Ingin Bangun Jembatan Swadaya
- 21 Sep 2026 20:28 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Warga Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, telah menyepakati untuk membangun jembatan secara swadaya jika pemerintah tidak melanjutkan proyek hingga akhir September 2026.
- Irwansyah, warga setempat di Jalan Warung Pojok, RT2/RW2, menyatakan bahwa masyarakat siap mengandalkan diri sendiri dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan.
- Pembangunan jembatan secara mandiri pernah dilakukan oleh warga sebelumnya, menunjukkan kapasitas swadaya masyarakat untuk mengatasi kebutuhan infrastruktur lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di Jalan Warung Pojok, RT2/RW2, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, akan membangun jembatan secara swadaya kembali jika pembangunan yang ada saat ini tidak kembali dilanjutkan hingga akhir September.
“Warga udah sepakat jika pengerjaan tidak dilanjutkan hingga akhir bulan ini, kita mau bikin jembatan mandiri lagi seperti dulu,” kata warga setempat, Irwansyah saat ditemui di lokasi, pada Senin, 21 September 2026.
Menurut Irwansyah, hal ini dilakukan karena pembangunan jembatan yang kini belum rampung setelah sekitar tiga minggu. Padahal, kata Irwan, proyek jembatan itu disebut hanya akan rampung dalam dua pekan.
“Tapi ya namanya jembatan bambu enggak bisa bertahan lama, apalagi kalau banjir, pasti roboh gitu,” kata Irwansyah.
Irwansyah mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses penting warga untuk menuju pasar. Namun sejak jembatan lama yang dibuat warga dibongkar, warga terpaksa harus memutar untuk sampai ke pasar.
Menurut dia, waktu tempuh berjalan kaki menuju pasar kini bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 menit.
Ia juga menyayangkan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar sebelum jembatan sementara selesai dibangun.
“Harapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pembangunan jembatan sementara tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Menurut Iin, jembatan dibangun sebagai akses penghubung warga selama pekerjaan proyek yang menyebabkan jembatan sebelumnya dibongkar masih berlangsung.
“Ketika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama,” ujar Iin saat meninjau lokasi, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Iin, sebenarnya warga masih memiliki akses melalui dua jembatan lain yang berada di sisi kanan dan kiri lokasi jembatan yang sebelumnya dibongkar.
Namun, masyarakat tetap menginginkan jembatan di lokasi tersebut karena dinilai menjadi jalur yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan permukiman warga.
“Namun ketika kami melihat, ini harus lebih proper, sehingga kami diskusi di sini dengan teman-teman dari Adhi Karya. Dan ada kesepakatan dari Adhi Karya untuk membuatkan jembatan sementara yang lebih kuat, lebih kokoh, tapi untuk jalan orang, itu akan lebih baik,” kata Iin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....