Sudah Tiga Pekan, Jembatan Sementara di Tegal Alur Jakbar Belum Rampung

  • 21 Sep 2026 19:34 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pembangunan jembatan sementara di Jalan Warung Pojok, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, masih belum selesai hingga saat ini.
  • Jembatan ini berfungsi sebagai akses penting bagi warga menuju pasar dan permukiman di kawasan tersebut.
  • Warga awalnya mengharapkan jembatan sementara ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan, namun target tersebut belum terpenuhi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan jembatan sementara yang menjadi akses warga di Jalan Warung Pojok, RT 2 RW 2, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, hingga kini belum rampung.

Warga menyebut pembangunan jembatan yang menghubungkan akses menuju pasar dan permukiman tersebut sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua pekan.

Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi pada Senin, 21 September 2026 sore, bagian ujung dari tempat yang akan dibuat jembatan telah dipasangi bronjong berisi batu yang menjadi bagian dari pondasi.

Di atasnya, terlihat material berupa bidang datar yang menjadi bagian dari konstruksi jembatan.

Namun, pembangunan belum sepenuhnya selesai sehingga akses warga untuk menyeberangi Kali Semongol masih terkendala.

Warga setempat, Irwansyah, mengungkap pengerjaan sempat dilakukan selama sekitar satu pekan. Setelah itu, tidak terlihat lagi aktivitas pembangunan di lokasi.

“Kalau ibaratnya kemarin mereka (pemerintah) bilang dua minggu jadi. Sedangkan ini sudah tiga minggu tidak jadi-jadi. Setelah ramai, ada pengerjaan, tapi setelah itu dibiarin begitu saja,” ujar Irwansyah saat ditemui RRI di lokasi, Senin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus memutar untuk menuju sejumlah lokasi, termasuk pasar dan makam yang sebelumnya dapat diakses melalui jembatan bambu.

Irwansyah mengatakan akses tersebut cukup penting karena tidak seluruh warga memiliki kendaraan bermotor. Menurut dia, waktu tempuh berjalan kaki menuju pasar kini bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 menit.

Ia juga menyayangkan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar sebelum jembatan sementara selesai dibangun.

“Harapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya.

Senada, warga lainnya Anna Haryanti (49) mengatakan, warga mesti memutar karena jembatan yang menjadi akses utama belum dapat digunakan.

“Jadi warga pada susah semua. Kita mana-mana susah, jadinya muter ke pasar. Saya begini tidak ada motor, jalan juga sakit kakinya. Ke pasar jadi jauh,” ujar Anna.

Anna menyebut warga sebelumnya telah mendapat informasi bahwa pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 hari. Namun, hingga memasuki pekan ketiga, pengerjaan belum kembali berjalan.

“Janjinya 15 hari jadi, katanya tidak lama. Nyatanya sekarang sudah tiga minggu, mangkrak begitu. Kita susah semua,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pembangunan jembatan sementara tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

Menurut Iin, jembatan dibangun sebagai akses penghubung warga selama pekerjaan proyek yang menyebabkan jembatan sebelumnya dibongkar masih berlangsung.

“Ketika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama,” ujar Iin saat meninjau lokasi, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Iin, sebenarnya warga masih memiliki akses melalui dua jembatan lain yang berada di sisi kanan dan kiri lokasi jembatan yang sebelumnya dibongkar.

Namun, masyarakat tetap menginginkan jembatan di lokasi tersebut karena dinilai menjadi jalur yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan permukiman warga.

“Namun ketika kami melihat, ini harus lebih proper, sehingga kami diskusi di sini dengan teman-teman dari Adhi Karya. Dan ada kesepakatan dari Adhi Karya untuk membuatkan jembatan sementara yang lebih kuat, lebih kokoh, tapi untuk jalan orang, itu akan lebih baik,” kata Iin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....