Sopir Taksi Listrik dan BYD Berdamai Usai Bersitegang di Exit Tol Tomang
- 21 Sep 2026 17:59 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sopir taksi listrik dan sopir mobil BYD yang sebelumnya bersitegang di Exit Tol Tomang, Jakarta Barat, sepakat berdamai dan tidak saling menuntut. Kesepakatan ini dicapai melalui mediasi di bagian Laka Lantas Samsat Jakarta Barat, Senin, 21 September 2026.
Panit Laka Lantas Jakarta Barat, Ipda Deddy Mohammadi mengatakan, kedua pengemudi telah menyadari persoalan yang terjadi dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah, hari ini kami pertemukan mereka. Selesai dengan kekeluargaan, saling menyadari, kedua belah pihak tidak saling menuntut,” kata Deddy kepada wartawan di lokasi.
Deddy menjelaskan, berdasarkan keterangan kedua pengemudi, persoalan bermula ketika terjadi aksi salip dan senggolan kendaraan. Situasi kemudian berkembang karena kedua pihak mengalami kepanikan setelah insiden tersebut.
“Prosesnya menceritakan dari awal, mereka begini-begitu, yang notabene disalip tidak bisa, senggolan. Senggolan, lanjut ada mungkin kepanikan di satu pihak, pihak yang lain pun demikian,” ujarnya.
Setelah proses mediasi, kedua pengemudi sepakat tidak memperpanjang persoalan tersebut. “Di sini alhamdulillah bisa selesai secara kekeluargaan. Tidak ada tuntutan satu sama lain, alhamdulillah,” ucap Deddy.
Sementara itu, Sopir BYD, Agustam, menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada sopir Green SM, Budi Hendra. Keduanya berjabat tangan dan saling merangkul sebagai tanda perdamaian.
“Terima kasih untuk hari ini. Karena kami akhirnya bisa bertemu dengan pengemudi Green, Pak Budi. Saya pribadi, saya minta maaf untuk kejadian ini ya, Pak Budi. Sori, ya,” kata Agustam.
Kesempatan yang sama, Budi Hendra menyatakan menerima permintaan maaf tersebut. Ia mengatakan sejak awal tidak berniat memperpanjang persoalan.
“Saya ikhlas memaafkan, dari kemarin juga saya sudah memaafkan. Saya berjiwa besar dan saya dari awal juga tidak akan memperpanjang,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, saat kejadian dirinya mengejar pengemudi BYD untuk meminta pertanggungjawaban atas senggolan kendaraan yang terjadi.
Sebelumnya diberitakan, sopir taksi listrik bernama Budi Hendra terseret hingga sekitar 50 meter setelah bergelantungan di pintu mobil listrik BYD di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB dan viral di media sosial.
Panit Laka Lantas Jakarta Barat Ipda Deddy Mohammadi mengatakan, kecelakaan bermula ketika mobil listrik BYD bernomor polisi B 1366 AZL yang dikemudikan Agustam menabrak bagian belakang taksi listrik Green bernomor polisi B 1070 SLF yang dikemudikan Budi.
"Awalnya senggolan, minta pertanggungjawaban sopir taksi Green. Namun tidak mau dan tidak pas lah, mungkin tidak pas. Lanjut dia jalan, diikutin sama sopir Green itu," kata Deddy saat dikonfirmasi, Minggu, 20 September 2026.
Setelah terjadi senggolan, sopir taksi hijau itu kemudian mengikuti mobil BYD tersebut untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan taksi yang dikemudikannya.
Namun, saat Budi berusaha meminta pertanggungjawaban, pengemudi BYD justru kembali melajukan kendaraannya.
Dalam kondisi tersebut, Budi berada di bagian pintu depan sebelah kiri mobil BYD hingga akhirnya terseret.
"Jaraknya kurang tahu ya, kalau informasi Pak Budi sih 50 meteran. Cuma enggak ada luka," ujar Deddy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....