APIC Minta Pemprov DKI Revitalisasi TPHP Cengkareng
- 16 Sep 2026 21:29 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi tempat promosi hasil perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat.
Permintaan ini disampaikan menyusul kondisi sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan, terutama plafon dan juga atap.
Ketua APIC, Bryan Ghautama, mengatakan TPHP Cengkareng yang berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI telah ditempati pedagang sejak 2011. Namun, menurutnya, selama periode tersebut perawatan bangunan belum dilakukan secara optimal.
“Makanya saya berharap adanya perhatian dari pemerintah, seperti gedungnya, kemudian jalanannya kita lihat rusak,” tutur Bryan kepada wartawan seusai acara Gebyar Edukasi Ikan Hias di lokasi, Rabu, 16 September 2026.
Diketahui, bangunan TPHP Cengkareng itu dikelola Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan.
Selain perbaikan fisik, Bryan berharap revitalisasi dapat diarahkan untuk mengembangkan TPHP Cengkareng menjadi ruang publik sekaligus tujuan wisata ikan hias, tidak hanya sebagai lokasi transaksi.
“Betul, lebih dari sekadar jual beli. Orang-orang di sini bisa menikmati. Bedanya menikmati dan membeli. Ibaratnya seperti minum kopi, itu beda dengan minum air putih yang hanya menghilangkan haus. Minum kopi lebih kepada kenikmatan, ada aromanya misalnya,” ujarnya.
Menurut Bryan, konsep tersebut dapat menjadi keunggulan TPHP Cengkareng di tengah berkembangnya perdagangan ikan hias secara daring. Pengunjung dapat melihat langsung ikan sebelum membeli, sekaligus menikmati suasana lokasi.
Ia menambahkan, kawasan tersebut juga telah memiliki kantin yang diisi sejumlah pelaku UMKM sehingga berpotensi dikembangkan sebagai tempat rekreasi keluarga berbasis edukasi ikan hias.
“Belinya apa, ukurannya beda, bahkan kadang-kadang warnanya tidak sesuai dengan yang ada di gambar. TPHP Cengkareng ini sebenarnya seperti tempat orang cuci mata, wisata ikan hias. Kemudian ada kantinnya yang menarik juga,” katanya.
Sementara untuk fasilitas yang berada di lingkungan pedagang, APIC telah melakukan sejumlah perbaikan secara swadaya, di antaranya memperbaiki musala dan menata area kantin yang ditempati beberapa tenan UMKM.
“Gedungnya sudah lama, jalanannya rusak, saya khawatir bisa menimbulkan potensi bahaya. Atapnya bolong, pernah rubuh, takutnya ketiban. Kami berharap perhatian yang serius dari pemerintah untuk merawat tempat ini,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....