Pelajar Dikenalkan Ikan Hias, TPHP Cengkareng Didorong Makin Dikenal

  • 16 Sep 2026 21:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) gandeng PWI menggelar edukasi ikan hias bagi anak sekolah di Tempat Promosi Hasil Perikanan atau TPHP Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan TPHP Cengkareng kepada masyarakat sekaligus mendorong keberadaan sentra ikan hias tersebut agar semakin dikenal dan memiliki daya saing lebih luas.

Plt Asisten Ekonomi Pembangunan Jakarta Barat, Depika Romadi, mengatakan TPHP Cengkareng memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi memelihara ikan hias.

“Ini merupakan satu-satunya tempat yang ada di Jakarta yang tempatnya cukup memadai untuk mengisi kegiatan hobi ikan hias yang ada di Jakarta Barat,” kata Depika.

Menurut Depika, pelibatan pelajar dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang TPHP Cengkareng berkembang sebagai salah satu tujuan wisata edukasi baru bagi berbagai kalangan.

“Harapannya, TPHP Cengkareng bisa menjadi salah satu sentra ikan hias yang bisa bersaing dengan pasar ikan hias yang lain di Jakarta,” tutur Depika.

Ia menilai pengenalan ikan hias sejak usia sekolah juga dapat membantu anak mengenal berbagai pilihan hobi melalui kegiatan yang bersifat edukatif.

“Edukasi ini penting untuk tumbuh kembang anak-anak. Bagaimana mereka bisa memilih hobi yang akan mereka jalankan. Kalau dilihat tadi, antusias anak-anak selain menggambar, mereka berkeliling juga melihat ikan hias yang ada di TPHP Cengkareng ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng, Bryan Ghautama mengatakan, saat ini terdapat 39 pedagang ikan hias yang beraktivitas di TPHP Cengkareng. Kegiatan perdagangan di lokasi tersebut telah berlangsung sejak 2011.

Bryan menilai promosi dan edukasi perlu dilakukan sejak usia dini agar masyarakat lebih mengenal ikan hias sekaligus mengetahui potensi kekayaan ikan hias Indonesia.

“Maka dibuatlah program edukasi ikan hias ini ke anak usia sejak dini, sejak usia PAUD dan anak SD, supaya mereka mengenal bahwa kekayaan alam Indonesia ini ada berupa ikan hias dan sangat digemari di seluruh dunia,” tutur Bryan.

Ia mengatakan ikan hias asal Indonesia telah memiliki pasar di berbagai negara. Namun, menurut pengalamannya, sebagian produk Indonesia justru masuk ke pasar internasional melalui negara lain sehingga asal produknya tidak selalu dikenal sebagai berasal dari Indonesia.

Bryan mencontohkan pengalamannya menemukan ikan hias asal Indonesia di sejumlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Arab.

“Di negara-negara luar, saya berkunjung ke London, ke Amerika, ke negara Arab, itu ada ikan hias, ada toko ikan hias, dan ikannya itu sebagian besar 80 persen ikan yang ada di Indonesia,” kata Bryan.

“Setelah saya telusuri lagi, mereka diekspor dari negara Singapura, dan ternyata Singapura itu juga mengambil dari Indonesia. Tapi penghasil ikan hiasnya, produk tersebut, Indonesia sendiri tidak dikenal oleh negara-negara itu,” tambahnya.

Karena itu, APIC berharap keberadaan TPHP Cengkareng semakin dikenal masyarakat dan dapat berkembang sebagai salah satu sentra ikan hias di Jakarta. Upaya promosi dan edukasi serupa juga akan kembali dikembangkan.

“Ke depannya akan kita godok lagi upaya promosi seperti ini,” imbuh Bryan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....