Komunitas Jakarta Mengabdi Ajak Anak Pendongkelan Pilah Sampah
- 16 Sep 2026 16:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 40 anak di Kampung Pendongkelan, Kayu Putih, Jakarta Pusat, belajar mengenal dan memilah sampah. Pembelajaran itu diberikan oleh Komunitas Jakarta Mengabdi melalui kegiatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan digelar dengan mengusung tema “Aku Bisa Memilih Sampahku”. Pada kesempatan itu, anak-anak diperkenalkan dengan tiga jenis sampah, yaitu organik, anorganik, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Selain itu, anak-anak juga diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah. Mereka menempelkan gambar berbagai jenis sampah pada kertas HVS sesuai kategori sampah. Setelah itu, hasil pekerjaan tersebut ditempel pada papan tulis.
Anggota Divisi Bina Kampung pada Komunitas Jakarta Mengabdi, Tazkia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak dapat mempraktikkan materi. Menurutnya, edukasi tidak hanya diberikan melalui penyampaian materi.
“Di kegiatan kali ini, anak-anak belajar untuk memilah dan memilih sampah berdasarkan tiga jenis, yaitu sampah organik, anorganik, dan B3 atau bahan berbahaya dan beracun," ujar Tazkia, Minggu 13 September 2026.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan lembar kerja yang berkaitan dengan materi pemilahan sampah. Lembar tersebut berisi kegiatan mencocokkan gambar, menjawab soal, dan aktivitas lainnya.
Wakil Koordinator Utama Bidang Strategis pada Komunitas Jakarta Mengabdi, Mega Maharani, mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membangun kepedulian sejak dini. Edukasi tersebut juga diarahkan pada kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan.
“Tujuan dan harapan dari kegiatan pengabdian ini adalah minimal kita bisa menyadarkan adik-adik dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan, serta pentingnya kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan," katanya.
Menurut Mega, kegiatan pengabdian di Kampung Pendongkelan dilatarbelakangio oleh kebutuhan pada bidang pendidikan dan kepedulian masyarakat. Komunitas Jakarta Mengabdi berharap, edukasi tersebut dapat memberi manfaat yang lebih luas.
Konsep kegiatan tahun ini mengedepankan habituasi atau keberlanjutan. Kebiasaan yang diperkenalkan selama kegiatan diharapkan tetap dilakukan masyarakat setelah program berakhir.
Mega berharap kegiatan pengabdian hingga akhir tahun tidak hanya bermanfaat selama program berlangsung. Ia juga berharap kebiasaan tersebut dapat diteruskan masyarakat maupun komunitas lain.
(Chofifah Lutfunnisa dan Alisha Putri Meizaly - Universitas Bakrie)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....