Orangtua Murid Khawatir Pagar Lantai Lima di SMP 130 Jakarta Minim Pengaman
- 10 Sep 2026 14:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah orang tua murid SMP Negeri 130 Jakarta di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, mengkhawatirkan kondisi pagar pembatas di lantai lima gedung sekolah yang dinilai belum memberikan jaminan keamanan bagi para siswa.
Berdasarkan foto yang diterima RRI, pagar pembatas tersebut tampak hanya ditahan menggunakan sebilah besi pada bagian tertentu.
Salah satu orang tua murid, Bedah mengaku khawatir terhadap kondisi tersebut. Pasalnya, kata Bedah, hal itu dapat membahayakan siswa terutama jika terjadi benturan atau anak tidak sengaja bersandar pada pembatas.
“Agak khawatir lah anak kita nanti ya. Anak kejatuhan, apa gimana kalau misalkan kayak begitu mah,” kata Bedah saat ditemui di kawasan SMP 130 Jakarta, pada Kamis, 10 September 2026.
Bedah berharap pihak sekolah maupun pengelola bangunan segera melakukan perbaikan agar orang tua merasa lebih tenang saat anak-anak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Diperbaiki aja biar lebih aman, buat ngejauhin anak dari kejadian yang tidak diinginkan juga,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan orang tua murid lainnya, Santi. Ia menilai, sebetulnya kondisi sekolah secara umum sudah lebih baik setelah direnovasi, terutama dari sisi kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Kondisinya selama dibangun ini memang lebih baik lagi dan kelihatannya juga bersih lingkungannya. Cuma tinggal sebagian aja yang belum diperbaiki,” kata Santi.
Menurut Santi, ada beberapa perbaikan yang diperlukan agar seluruh fasilitas sekolah dapat menunjang kenyamanan siswa selama berada di lingkungan pendidikan.
“Kalau bisa diperbaiki yang agak rusak-rusak sedikit, biar anak-anak nyaman belajarnya di situ,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, turut menyoroti kondisi pagar yang belum memenuhi standar keamanan itu. Tak lupa, dia juga turut mengapresiasi terhadap sejumlah perbaikan yang sebelumnya dilakukan, termasuk pemasangan pengaman pada bagian jendela.
“Yang lebih saya soroti adalah kekuatan penahan dari bagian besi hollow ini. Ini seperti di awal saya sudah sampaikan, ini berisiko tinggi. Karena satu, ketinggiannya. Yang kedua, kekuatannya,” kata Kevin.
Menurut Kevin, pada bagian tertentu masih terdapat sambungan yang dinilainya belum kokoh. Ia bahkan menemukan pagar masih dapat bergerak ketika diperiksa.
“Ini contoh ya, ini ternyata juga masih belum diperbaiki, cuma ada satu ikatan. Yang lain kita mau buka, dilem di ujungnya. Jadi bagi saya ini cuma kosmetik saja,” ujarnya.
Kevin menilai kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena pagar berada di lantai lima dan berhadapan dengan aktivitas siswa.
Ia mengingatkan, risiko dapat muncul ketika siswa bermain atau bercanda dan secara tidak sengaja mendorong atau membentur pagar.
“Kalau anak-anak sekolah yang sedang bermain, bergurau, ini enggak sengaja terdorong, ini akan sangat berisiko,” tutur Kevin.
Karena itu, Kevin meminta pihak pengelola pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek estetika, tetapi juga memastikan konstruksi pengaman benar-benar kuat sebelum fasilitas sekolah digunakan secara penuh.
“Jangan hanya mempercantik tetapi tidak memperbaiki esensi dari yang kita minta. Saya pengen kekuatannya juga ditambah sebelum ini benar-benar diaktifkan,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan secara resmi dari pihak sekolah maupun pihak pengelola bangunan. Adapun saat RRI Jakarta mendatangi sekolah tersebut, Kepala Sekolah SMP 130 Jakarta disebut tidak sedang berada di dalam sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....