Hilang Kendali, Diduga Pemicu Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar
- 08 Sep 2026 19:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Polisi menduga kecelakaan beruntun yang menewaskan satu keluarga di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu, 5 September 2026 sore, dipicu kelalaian manusia atau human error hingga kendaraan kehilangan kendali.
“Dugaan awal human error, out of control. Namun masih perlu didalami kembali,” kata Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang saat dikonfirmasi, Selasa, 8 September 2026.
Reza menegaskan, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Kepolisian masih melakukan pendalaman melalui serangkaian investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.
Pemeriksaan terhadap para pengemudi dan pihak-pihak yang terlibat juga belum dapat dilakukan. Sebab, sejumlah pihak masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang dialami dalam kecelakaan tersebut.
“Saat ini masih menunggu para pihak yang terlibat laka, karena masih dirawat di RS. Setelah dinyatakan sehat oleh dokter, akan kami periksa intensif,” kata Reza.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun tersebut bermula ketika minibus BYD bernomor polisi B 2703 BNA yang dikemudikan Karsono (51) melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Kembang Kerep.
Setibanya di dekat turunan jembatan, minibus tersebut menabrak bagian belakang Toyota Kijang Innova bernomor polisi B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.
Akibat benturan keras, Kijang Innova terdorong hingga menghantam Toyota Fortuner bernomor polisi L 102 BAD yang berada di depannya.
Benturan tersebut kemudian membuat Toyota Fortuner oleng ke kanan. Bodi samping kiri kendaraan menghantam sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Andi Prasetyo bersama keluarganya di lajur kiri.
Kecelakaan itu menyebabkan satu keluarga yang mengendarai sepeda motor Honda Vario B 4915 BCD meninggal dunia. Ketiganya yakni Andi Prasetyo (40), Yeni Sumarti (39), dan anak perempuan mereka, Zeline Zakeisha (7).
Selain tiga korban meninggal dunia, empat orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....