Kebakaran Batu Ceper Gambir, 114 Rumah Terdampak

  • 02 Sep 2026 08:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut berdampak pada empat RT di RW 01, dengan pendataan sementara mencatat sekitar 114 rumah dan lebih dari 800 warga terdampak.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.40 WIB. Kondisi permukiman yang padat serta sumber air yang cukup jauh menjadi kendala petugas dalam menjinakkan kobaran api.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan api telah berhasil dilokalisir setelah petugas melakukan penanganan sejak siang hari. Saat ini, proses pemadaman telah memasuki tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api.

"Status sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan saja, penuntasan saja," ujar Syarifudin.

Sebanyak 29 unit kendaraan pemadam dengan 135 personel diterjunkan ke lokasi. Jumlah armada ditambah dua unit setelah petugas mendapati api merambat ke bangunan kosong yang terdapat tumpukan material kayu.

Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal mengatakan penanganan dilakukan bersama unsur kepolisian, pemadam kebakaran, TNI, serta masyarakat. Sekitar 100 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan 10 personel TNI turut disiagakan untuk membantu penanganan di lokasi.

Hingga proses penanganan berlangsung, tidak terdapat laporan korban jiwa dari masyarakat. Namun, dua petugas pemadam mengalami gangguan akibat paparan asap dan telah mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan pemerintah bersama unsur terkait telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian bagi warga terdampak. Lokasi tersebut meliputi Pos RW 01, tenda pengungsian, area dalam bangunan, serta fasilitas gedung parkir.

Sebagian warga memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat. Sementara warga yang berada di lokasi pengungsian telah mendapat dukungan kebutuhan dasar, termasuk makanan, air bersih, dan toilet mobile.

Arifin mengatakan penanganan saat ini diprioritaskan pada kebutuhan darurat warga terdampak. "Fokus utama saat ini adalah mitigasi darurat serta penyaluran bantuan natura," kata Arifin.

Untuk penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Tim identifikasi forensik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah proses pendinginan selesai dan kondisi lokasi memungkinkan untuk dilakukan penyisiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....