Jaktirta Project Perkuat Sistem Pengendalian Banjir Jakarta Terpadu

  • 01 Sep 2026 18:01 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Jaktirta Project Perkuat Sistem Pengendalian Banjir Jakarta Terpadu

RRI.CO.ID, Jakarta — Jaktirta Project memperkuat sistem pengendalian banjir Jakarta melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Proyek tersebut mencakup sistem polder, sarana dan prasarana sungai, serta pembangunan waduk, situ, dan embung.

Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Vega Fitria Mutiara Sari, menjelaskan Jaktirta Project dirancang untuk meningkatkan kapasitas tampungan air Jakarta. Menurutnya, proyek tersebut sekaligus diarahkan menciptakan ruang kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Vega mengatakan Jakarta menghadapi banjir berulang akibat kombinasi curah hujan ekstrem, kiriman air dari wilayah hulu, serta keterbatasan kapasitas drainase. Kondisi tersebut diperparah penurunan muka air tanah di kawasan pesisir sehingga Jakarta membutuhkan pendekatan pengendalian banjir yang terus beradaptasi.

Ia menyebut curah hujan tergolong ekstrem ketika mencapai lebih dari seratus lima puluh milimeter. Sementara itu, curah hujan di Jakarta tercatat mencapai tiga ratus tujuh puluh tujuh milimeter pada 2020, tiga ratus enam puluh delapan milimeter pada 2025, dan dua ratus tujuh puluh enam milimeter pada 2026.

Menurut Vega, kapasitas infrastruktur banjir yang tersedia saat ini masih memiliki kesenjangan dibandingkan kapasitas desain dalam master plan. “Kalau kita mengejar ke kapasitas desain master plan, dibandingkan dengan kondisi eksisting infrastruktur banjir kita saat ini, masih ada gap sebesar sembilan ratus sampai seribu meter kubik per detik,” ujarnya saat dialog Kentongan di Pro 1 RRI Jakarta, Selasa 1 September 2026.

Jaktirta Project kemudian dikembangkan melalui pembangunan sistem polder dan pompa, peningkatan kapasitas sungai serta saluran, hingga penyediaan kolam tampungan. Konsep tersebut dirancang sebagai satu kesatuan sesuai master plan pengendalian banjir DKI Jakarta, dengan embung di hulu dan sistem polder atau pompa di hilir.

Vega menjelaskan lokasi pembangunan ditentukan berdasarkan peta genangan yang menunjukkan wilayah dengan kejadian banjir berulang selama lima tahun terakhir. "Infrastruktur yang dibangun juga memiliki fungsi berbeda, karena pompa berperan mengalirkan air dari kawasan rendah, sedangkan embung atau waduk menahan limpasan air hujan di kawasan hulu," jelasnya.

Selain mengendalikan banjir, Jaktirta Project ditargetkan mampu menangani genangan pada delapan puluh dua RW dan mereduksi sekitar delapan belas persen genangan berdasarkan kondisi tiga tahun terakhir. Vega menambahkan, infrastruktur tersebut juga diarahkan menjadi ruang publik yang tetap dapat dimanfaatkan masyarakat ketika musim kering.

Pembangunan sarana sungai dilakukan melalui pembangunan tanggul, penataan kemiringan dasar sungai, serta pengerukan untuk meningkatkan kapasitas aliran. Vega menegaskan masyarakat tetap memiliki peran penting dengan menjaga kebersihan saluran, sungai, waduk, embung, dan fasilitas pompa yang telah dibangun.

“Tidak membuang sampah, karena memang sampah ini sangat berperan mengurangi kapasitas saluran drainase. Sampah yang masuk ke pompa dapat menyebabkan penyumbatan sehingga pompa berhenti dan efektivitas pengendalian banjir menjadi berkurang," kata Vega.

Vega menegaskan keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. “Semua harus berperan, semua pemangku kepentingan harus berperan,” ujarnya menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Selebihnya, Jaktirta Project memang merupakan program strategis Pemprov DKI Jakarta periode 2025–2027 yang mencakup berbagai infrastruktur pengendalian banjir di lima wilayah administrasi Jakarta. Pemerintah DKI juga menempatkan pembangunan sistem polder, embung atau waduk, penguatan tanggul, serta peningkatan kapasitas sungai sebagai bagian utama proyek tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....