Bulan Dana PMI Jakarta Timur Resmi Diluncurkan
- 02 Sep 2026 08:56 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- PMI dan Pemerintah Kota Jakarta Timur meluncurkan Bulan Dana PMI.
- Bulan Dana PMI berlangsung selama 3 bulan, mulai 1 September hingga 30 November.
- Dana dihimpun melalui kupon, maplis, dan amplop donasi dan dikelola untuk kegiatan kemanusiaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) Bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur resmi meluncurkan Bulan Dana PMI 2026, di Ballroom Jakarta International Equestrian Park, pada Selasa 1 September 2026. Penggalangan dana publik tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan PMI.
Pelaksanaan Bulan Dana PMI Jakarta Timur akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 September hingga 30 November. Pengumpulan donasi dilakukan melalui kupon, maplis, dan amplop donasi dengan melibatkan jajaran ASN, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan dunia Pendidikan.
Penggalangan dana yang dilakukan PMI mengacu pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Kemudian, secara teknis penggalangan dana diatur kembali melalui instruksi sekretaris daerah, keputusan kepala unit PTSP, dan surat edaran wali kota.
Usai acara peluncuran, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan dana yang terkumpul akan Kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya, selama ini, PMI Jakarta Timur terlibat dalam penanganan bencana dan non bencana di dalam wilayah Jakarta Timur maupun di luar wilayah Jakarta Timur.
"PMI selalu hadir di masyarakat dalam berbagai kejadian, baik banjir, kebakaran, maupun kegiatan lainnya. Bahkan di luar DKI, PMI Jakarta Timur juga ikut membantu, seperti di Sumatera dan Aceh, termasuk melalui bedah rumah dan pembuatan biogas biodigester. Bantuan untuk NTT pun sedang dibicarakan," kata Munjirin.
Tahun ini, PMI Jakarta Timur menargetkan dana terhimpun sebesar hampir 17,5 miliar rupiah. Target ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2026, yaitu sekitar 12,176 miliar rupiah.
"Mudah-mudahan target tercapat, masyarakat semakin mau untuk ikut menyumbangkan sedikit rezekinya untuk Bulan Dana PMI ini yang akan digunakan sebaik-baiknya untuk masyarakat juga," ujar Munjirin.
Di lokasi yang sama, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Beky Mardani menegaskan besarnya dana yang dihimpun harus diikuti tanggung jawab social dan moral kepada masyarakat sebagai pemberi donasi. Oleh karena itu, aktivitas PMI perlu terus diinformasikan kepada public, sementara hasil donasi diaudit oleh akuntan publik.
"Aktivitas PMI harus terus disampaikan kepada masyarakat agar mereka tahu bahwa donasi yang diberikan betul-betul bermanfaat. Hasil Bulan Dana juga akan diaudit oleh akuntan publik sebagai bentuk pertanggungjawaban," kata Beky.
Beky menjelaskan dana yang dihimpun akan membiayai tugas-tugas kemanusiaan PMI. Tugas kemanusiaan itu mencakup penanggulangan bencana, penyiapan darah, pelatihan relawan, pelayanan kesehatan, serta pelatihan pertolongan pertama.
Di Jakarta Timur, PMI bahkan menjalankan pembangunan WC komunal dan penanganan tengkes (stunting). Selain itu, PMI memberikan pelatihan pertolongan partaga kepada PPSU dan Palang Merah Remaja (PMR) agar mampu menangani kecelakaan kerja.
"Saya mendorong ini dilakukan di semua wilayah karena tenaga PPSU dan sejenisnya jumlahnya banyak di Jakarta. Mereka harus dibekali keterampilan untuk memberikan pertolongan, termasuk ketika ada masyarakat yang membutuhkan," ujar Beky.
Beky menilai Bulan Dana PMI dapat menjadi momentum untuk membangun solidaritas sosial, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. "Selama ini kita sudah membuktikan, membantu mereka, bukan hanya warga Jakarta Timur, tapi saudara-saudara kita [yang terkena musibah] di NTT, Sumatera," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....