Pramono Bantah Isu CCTV Dimatikan saat Demo
- 31 Agt 2026 23:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membantah isu yang menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sengaja mematikan kamera pengawas (CCTV) saat aksi unjuk rasa pada Kamis, 27 Agustus 2026. Menurutnya, sistem pemantauan tetap berfungsi dan seluruh aktivitas terekam.
“Tidak benar bahwa ada upaya untuk mematikan CCTV karena semuanya termonitor dan kami mempunyai data untuk itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 31 Agustus 2026.
Meski demikian, Pramono mengakui terdapat sejumlah CCTV yang mengalami kerusakan akibat dugaan tindakan perusakan oleh oknum. Ia telah meminta jajarannya mendalami kasus tersebut, termasuk kerusakan CCTV di kawasan Pejompongan, untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami sekarang sedang mendalami itu, termasuk yang di Pejompongan. Tetapi secara keseluruhan, saat demo kemarin hampir semua fasilitas publik kita berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Pramono juga menginstruksikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi untuk menelusuri pelaku perusakan CCTV yang terjadi saat aksi penyampaian pendapat tersebut. Ia menegaskan, apabila pelaku berhasil diidentifikasi, proses penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Pramono menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi selama dilakukan sesuai ketentuan. Namun, ia mengingatkan tindakan yang mengarah pada perusakan fasilitas publik tidak dapat dibenarkan.
“Demo diperkenankan selama mengikuti prosedur. Tetapi kalau kemudian melakukan pengrusakan dan tindakan anarkis, tentunya tidak ada masyarakat yang memberikan dukungan untuk itu,” kata Pramono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....