Jakarta-Jambi Kolaborasi Bidang Teknologi Informasi hingga Creative Financing
- 31 Agt 2026 14:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas kolaborasi antardaerah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui kerja sama di bidang teknologi informasi, penguatan badan usaha milik daerah (BUMD), hingga creative financing sebagai alternatif pembiayaan pembangunan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Balai Kota Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026, yang menjadi langkah awal bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kolaborasi itu bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi juga menjadi ruang bagi daerah untuk saling belajar dari praktik-praktik yang telah berhasil diterapkan.
“Pada hari ini, Pemerintah DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi. Kerja sama ini berkaitan dengan Information and Communication Technology (ICT) dan juga mengenai beberapa hal, termasuk bagaimana mengembangkan kotanya masing-masing,” kata Pramono.
Salah satu bentuk kolaborasi yang langsung ditawarkan adalah kesempatan bagi Kota Jambi mempelajari Jakarta Kini (JAKI), aplikasi layanan publik terintegrasi yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Pramono, Jakarta terbuka untuk berbagi pengalaman agar inovasi layanan digital dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah lain.
“Kami membuka diri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan layanan digital,” ujarnya.
Selain transformasi digital, Pramono juga membuka peluang kerja sama antarbadan usaha milik daerah. Sejumlah BUMD DKI Jakarta seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Sarana Jaya, dan Perumda Dharma Jaya disiapkan menjadi mitra pembelajaran bagi BUMD milik Kota Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menyoroti pentingnya creative financing sebagai terobosan pembiayaan pembangunan di luar ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saya yakin creative financing ini menjadi cara baru bagi pemerintah daerah mempunyai ruang untuk membangun daerahnya masing-masing. Kalau creative financing di Jakarta bisa, mudah-mudahan ini juga menjadi role model bagi daerah lain,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang berharga bagi kotanya untuk mempercepat pengembangan berbagai sektor. Ia mengaku tertarik mempelajari skema pembiayaan yang diterapkan Jakarta, termasuk pengelolaan BUMD yang dinilai telah berkembang lebih matang.
“Kami melihat DKI Jakarta di bawah kepemimpinan beliau banyak sekali kemajuan-kemajuan, terutama di bidang creative financing. Kami sebagai ibu kota provinsi ingin banyak belajar,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, Kota Jambi memiliki BUMD yang masih dalam tahap pengembangan sehingga membutuhkan pendampingan dan pertukaran pengalaman dengan BUMD DKI Jakarta agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah.
Tak hanya itu, kerja sama kedua daerah juga akan diperluas ke bidang penanggulangan kebakaran. Selama ini, personel pemadam kebakaran Kota Jambi rutin mengikuti pelatihan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, dan diharapkan kerja sama tersebut dapat terus diperkuat, termasuk melalui dukungan fasilitas maupun hibah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....