Puluhan Fasilitas Kesehatan Ikuti East Jakarta Health Innovation Day 2026

  • 27 Agt 2026 07:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 21 tim dari berbagai fasilitas kesehatan mengikuti East Jakarta Health Innovation Day 2026 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu 26 Agustus 2026. Ajang inovasi kesehatan tahunan di Jakarta Timur itu digelar selama tiga hari hingga Jumat 28 Agustus 2026.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudy mengatakan jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 19 peserta. Tahun ini peserta berasal dari 10 puskesmas, sejumlah RSUD dan RSKD, dan lima rumah sakit swasta, sementara tema inovasi seputar kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana.

"Alhamdulillah kegiatan East Jakarta Health Innovation Day rutin kami laksanakan tiap tahunnya. Ada peningkatan jumlah peserta, kalau tahun lalu ada 19 peserta, tahun ini meningkat menjadi 21 peserta," kata Arief usai acara pembukaan, Rabu 26 Agustus 2026.

Arief mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum bagi fasilitas kesehatan untuk memperkenalkan dan berbagi inovasi yang telah mereka kembangkan. Inovasi yang dinilai baik diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan sekaligus diterapkan di fasilitas kesehatan lainnya.

"Kegiatan ini merupakan sarana, suatu forum untuk mempertemukan dan menginformasikan berbagai inovasi yang sudah dibuat oleh masing-masing fasilitas kesehatan. Dengan harapan inovasi yang dilaksanakan mereka itu bisa meningkatkan kualitas dan mutu layanan, sehingga masyarakat lebih terlayani dengan lebih baik lagi di bidang kesehatan," ujar Arief.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto mengatakan pengembangan inovasi pelayanan kesehatan penting karena Jakarta Timur memiliki jumlah penduduk yang besar dan padat. Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan dasar dan berbagai persoalan kesehatan masyarakat menjadi perhatian pemerintah kota.

"Kita tahu Jakarta Timur ini masyarakatnya cukup banyak, layanan kesehatan dasar ini menjadi perhatian pemerintah kota. Apalagi Jakarta Timur penduduknya sangat padat, sudah barang tentu banyak permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian kita," ujar Kusmanto, di lokasi yang sama, Rabu 26 Agustus 2026.

Masing-masing peserta membawa inovasi dengan cakupan persoalan kesehatan yang beragam, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting dan anemia, kesehatan mental ibu hamil, hingga penanganan kehamilan berisiko tinggi. Sejumlah peserta juga membawa inovasi berbasis digital untuk mendukung pemantauan dan akses pelayanan pasien.

Setiap hari sekitar enam hingga tujuh peserta mempresentasikan inovasinya untuk dinilai oleh dewan juri independen. Juri antara lain berasal dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, praktisi mutu, P3D Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Bappeda.

"Hari ini, kemudian enam sampai tujuh penampil, nanti dinilai oleh dewan juri dan hari Jumat sore mungkin baru diumumkan untuk pemenangnya," kata Arief.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....