Karyawan di Jakbar Dipolisikan usai Diduga Bawa Kabur Motor dan Uang Setoran
- 20 Agt 2026 21:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang karyawan usaha makanan sehat berupa kukusan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dilaporkan pemilik usahanya ke polisi usai diduga membawa kabur sejumlah barang inventaris dan uang operasional.
Pemilik usaha, Yohanes Lesmana mengatakan, laporan itu dibuat usai dirinya mencoba menghubungi pelaku bernama Wahrudin, namun tak dapat dihubungi.
Ia menjelaskan, Wahrudin yang akrap disapa Udin merupakan leader di usaha Kukusan Dari Desa yang berada di wilayah Cengkareng.
Selama bekerja, Udin mendapat sejumlah fasilitas operasional, termasuk sepeda motor Honda Vario milik perusahaan.
“Nah, dia udah saya kasih inventaris motor operasional, Honda Vario. Kemudian pada tanggal 17 (Agustus 2026) ini dia ninggalin mess, jam 11 siang,” kata Yohanes saat dihubungi, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut dia, dari keterangan karyawan lain, pelaku meninggalkan mess dengan membawa jaket, sepatu, dan helm yang juga merupakan inventaris kantor. Setelah kepergian Udin, sejumlah barang milik perusahaan diketahui tidak berada di tempat.
“Kemudian barang-barang kehilangan itu adalah satu buah handphone, satu buah motor Honda Vario dan duit operasional duit setoran itu Rp1,5 juta,” ungkap Yohanes.
Yohanes mengatakan dirinya sempat berupaya mencari keberadaan Udin dan menunggu adanya iktikad baik dari karyawannya tersebut.
Namun, hingga Kamis (20/8/2026), Udin belum memberikan kabar dan tidak dapat dihubungi.
“Sampai sekarang betul, enggak ada kabar, handphone mati, semua tidak bisa dihubungi,” papar Yohanes.
Yohanes menyebut Udin baru sekitar empat bulan bekerja di usaha tersebut. Selama bekerja, Udin dipercaya menempati posisi sebagai leader.
“Kalau kerjanya, dia baru sekitar empat bulan kerja,” kata Yohanes.
Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai laporan tersebut.
Namun, Gultom mengatakan polisi masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap laporan yang baru dibuat.
“Kami cek dulu ya,” kata Gultom saat dikonfirmasi mengenai laporan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....