BPS Jakbar Sasar Tiga Kelurahan untuk Program Cantik 2026
- 19 Agt 2026 18:20 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Barat menyasar tiga kelurahan dalam pelaksanaan program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) pada 2026. Kepala BPS Jakarta Barat, Muhammad Noval mengatakan, program ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
“Tahun ini kita sasar tiga kelurahan, yakni Srengseng, Kebon Jeruk, dan Rawa Buaya untuk program Cantik ini,” kata Noval saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Noval menjelaskan, melalui program Kelurahan Cantik, pihaknya akan memberikan pembinaan statistik kepada perangkat kelurahan.
Pembinaan tersebut, kata Noval, bertujuan agar aparatur kelurahan mampu mengelola dan memanfaatkan data secara lebih baik untuk mendukung pembangunan di wilayahnya.
Noval menjelaskan terdapat tiga tujuan utama dari program tersebut. Pertama, meningkatkan kemampuan aparatur kelurahan dalam melaksanakan kegiatan statistik.
“Kedua, supaya bisa memanfaatkan data-data yang ada di kelurahan agar bisa lebih berdaya guna dan bermanfaat, kemudian yang ketiga, meningkatkan literasi statistik, seperti cara membaca, memahami hingga menyajikan data statistik,” ujar Noval.
Noval mengatakan, masing-masing kelurahan mendapatkan topik pembinaan statistik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya.
“Untuk Kelurahan Rawa Buaya, kita mengangkat tema tentang kelompok disabilitas, Kelurahan Srengseng tentang bank sampah, sementara Kebon Jeruk tentang penanganan stunting,” tutur Noval.
Khusus di Rawa Buaya, lanjut dia, pembinaan pendataan statistik difabel dilakukan untuk membangun konektivitas sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai keberadaan dan aktivitas kelompok disabilitas di wilayah tersebut.
“Jadi melalui data, masyarakat luas jadi tahu bahwa di Rawa Buaya terdapat kelompok disabilitas beserta berbagai kegiatan yang sudah mereka lakukan,” kata Noval.
Menurutnya, keberadaan data yang lengkap dan mudah diakses dapat membuka peluang lebih luas bagi warga disabilitas untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Dengan demikian, masyarakat maupun pihak lain yang ingin berpartisipasi atau memberikan bantuan dapat menyalurkannya secara lebih tepat sasaran.
“Masyarakat atau pihak lain yang mau berpartisipasi atau beri bantuan itu bisa bergerak secara tepat sasaran,” tutur Noval.
Noval berharap penyajian data tersebut dapat mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta di sekitar wilayah Kebon Jeruk, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Seluruh data dari kelurahan-kelurahan tersebut dikemas dan disajikan dalam bentuk infografis, profil wilayah, hingga penerbitan majalah kelurahan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....