Sedekah Hutan 2026, Merawat Alam lewat Budaya dan Kepedulian

  • 13 Agt 2026 06:09 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Ketua Umum Bakul Budaya Nusantara, Dewi Fajar Marhaeni, menegaskan bahwa Sedekah Hutan merupakan bagian dari misi “Merawat Bumi” yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkesinambungan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bakul Budaya Nusantara atau BBN kembali menggelar Sedekah Hutan pada 7–8 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Hutan Bukan Mainan!”. Memasuki tahun keempat, kegiatan ini mengajak masyarakat melihat hutan bukan sekadar bentangan alam, melainkan ruang hidup yang menopang keberlangsungan berbagai makhluk. Pesan tersebut semakin penting di tengah kondisi hutan dan mangrove Indonesia yang terus menghadapi tekanan.

Bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, kegiatan diawali dengan perjalanan ke Hutan Organik Megamendung. Peserta mengenal lebih dekat perjuangan Rosita Istiawan, 64 tahun, yang sejak 2003 merawat kawasan yang semula tandus hingga kini tumbuh menjadi hutan yang rimbun. Sebanyak 28 peserta juga ikut menanam bibit kopi, menjadi simbol bahwa hutan tumbuh melalui proses panjang, ketekunan, dan kepedulian.

Menanam bibit pohon kopi dalam kegiatan "Merawat Bumi di Hutan Organik Megamendung, Jawa Barat", 7 Agustus 2026, sebagai bagian dari Sedekah Hutan Bakul Budaya Nusantara 2026: Hutan Bukan Mainan. (Foto : Bakul Budaya Nusantara)

Baca Juga: Cucu Nenek FC, Komunitas Sepak Bola yang Merajut Persaudaraan tanpa Batas

Pada hari kedua, rangkaian kegiatan berlangsung di FIB UI. Kirab budaya yang diiringi Tari Radap Rahayu dari Kalimantan Selatan mengantar peserta menuju kawasan Danau Mahoni. Di sana dilakukan penanaman bibit Jati Merah, dilanjutkan pelepasan ikan dan burung sebagai bagian dari upaya memberikan ruang bagi kehidupan untuk tumbuh di habitatnya. Pesan menjaga alam kemudian diperkuat melalui pertunjukan seni, termasuk monolog “Tangisan Hutan” yang dipersembahkan Yuwana BBN.

Semangat merawat bumi juga hadir melalui sosok muda, Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, pegiat lingkungan berusia 14 tahun dari Surabaya. Pendiri dan pegiat Mangrove Warrior ini berbagi pengalaman tentang pentingnya mengenalkan alam sejak dari lingkungan keluarga. Melalui kegiatan membibit, menanam, dan memelihara mangrove, Harley menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak usia muda dan diwujudkan melalui tindakan nyata.

(Ketua Umum Bakul Budaya Nusantara, Dewi Fajar Marhaeni, menanam bibit pohon jati merah dalam Sedekah Hutan Bakul Budaya Nusantara 2026: Hutan Bukan Mainan! di FIB UI, Depok, 8 Agustus 2026. Foto : Bakul Budaya Nusantara)

Baca Juga: Teater Mantuli Hidupkan Legenda Sigalegale lewat Panggung Bahasa Isyarat

Baca Juga: Peduli Kucing Menebar Kasih untuk Sesama Makhluk Hidup

Ketua Umum Bakul Budaya Nusantara, Dewi Fajar Marhaeni, menegaskan bahwa Sedekah Hutan merupakan bagian dari misi “Merawat Bumi” yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkesinambungan. Penutup kegiatan diwarnai lantunan lagu dan kebersamaan peserta, membawa pesan bahwa menjaga alam juga berarti menjaga budaya dan kehidupan yang tumbuh bersamanya. Dari Rosita hingga Harley, Sedekah Hutan 2026 menegaskan satu hal sederhana: hutan membutuhkan kepedulian, bukan sekadar perhatian sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....